Peluang dan Tantangan Digitalisasi pada Seni

  • 21 Apr 2026 14:18 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Perkembangan teknologi digital dalam seni pertunjukan membawa transformasi yang sangat signifikan. Di satu sisi, digitalisasi mampu meningkatkan kualitas visual dan memperluas akses masyarakat. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran terkait ketergantungan teknologi serta potensi hilangnya nilai kemanusiaan dalam karya seni.

Pelaku sekaligus pengamat seni, Agus Suranto, S.Pd., M.Sn, menyatakan bahwa teknologi digital merupakan alat yang sangat efektif untuk mendorong kreativitas seniman. Selain itu, digitalisasi juga membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati pertunjukan, baik secara online maupun offline.

Digitalisasi Seni dan Pengaruh Generasi Muda

Menurut Kepala SMKI Yogyakarta tersebut, masifnya penggunaan teknologi dalam seni tidak lepas dari tuntutan zaman. Perkembangan media sosial dan kecakapan generasi muda dalam memanfaatkan teknologi menjadi faktor utama percepatan digitalisasi di dunia seni.

Hal ini membuat pertunjukan seni kini semakin mudah diakses, sekaligus lebih menarik secara visual bagi audiens modern.

Risiko Ketergantungan Teknologi dalam Seni

Meski memberikan banyak manfaat, Agus mengingatkan adanya risiko ketergantungan terhadap perangkat digital. Sistem yang serba komputerisasi dapat membuat seniman merasa tidak berdaya ketika terjadi gangguan teknis.

Lebih jauh, penggunaan teknologi yang berlebihan dikhawatirkan dapat menggeser peran utama seniman itu sendiri.

Sebagai contoh dalam seni tari, esensi utama yang seharusnya dinikmati penonton adalah gerak. Namun kenyataannya, unsur pendukung seperti:

  • tata cahaya
  • latar visual digital
  • iringan audio modern

sering kali justru lebih mendominasi panggung dibandingkan ekspresi gerak penari.

Menjaga Esensi Seni di Tengah Kemajuan Teknologi

Agus menegaskan bahwa seni pada hakikatnya merupakan hasil dari sentuhan manusia. Jika digitalisasi digunakan secara berlebihan, kualitas pertunjukan berisiko menurun karena hilangnya rasa dan jiwa dalam karya tersebut.

Meski demikian, ia tidak menolak kehadiran teknologi. Justru, teknologi digital terbukti mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam seni pertunjukan.

Teknologi sebagai Alat, Bukan Pengganti

Sebagai penutup, Agus berharap para pelaku seni dapat menempatkan teknologi secara bijak—sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kreativitas manusia.

Teknologi harus mendukung seni, bukan menggantikan jiwa dalam karya seni itu sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....