Kenalkan Khasiatnya, Pasar Jamu Digelar di Pasar Ngasem

  • 19 Apr 2026 19:06 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Yogyakarta melalui UPT Pusat Bisnis bersama pelaku jamu dan komunitas lokal menggelar Pasar Jamu di Pasar Ngasem, 18–19 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untukmengenalkan kembali jamu sebagai warisan herbal tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Founder Asosiasi Sumber Daya Terapis Yogyakarta (ASDTY) IB Haryanto menjelaskan kegiatan ini menjadi langkah untuk memperkenalkan produk jamu kepada masyarakat luas sekaligus meningkatkan minat masyarakat khusunya generasi muda terhadap pengobatan herbal tradisional.

“Untuk memperkenalkan produk-produk jamu kepada masyarakat luas agar lebih tertarik dengan produk herbal,” ucapnya saat ditemui di sela kegiatan.

Ia menilai pemahaman masyarakat terhadap jamu masih perlu diperkuat agar produk herbal semakin diminati dan dimanfaatkan sebagai alternatif menjaga kesehatan. Salah satu peracik jamu Srie Herdiana mengapresiasi penyelenggaraan Pasar Jamu di kawasan Kuliner Ngasem yang dinilainya ramai dikunjungi masyarakat setiap akhir pekan dan hari libur.

Menurutnya, lokasi strategis membuat edukasi herbal lebih mudah diterima masyarakat. “Jadi, pengenalan herbal kepada masyarakat itu akan lebih optimal dan tersampaikan lebih efisien,” ucapnya.

Selain menjadi sarana promosi, Ana menjelaskan kegiatan ini juga mempertemukan para pelaku penyehat tradisional, mulai dari terapis, peracik jamu, hingga pelaku usaha herbal dalam satu ruang kolaborasi.

Ketua Penyehat Tradisional (HATTRA) DIY Sriyono menilai Pasar Jamu menjadi langkah baik dalam mengenalkan manfaat jamu kepada masyarakat. Namun, ia berharap kegiatan serupa ke depan turut dibarengi dengan penguatan strategi pemasaran.

“Ini acara yang sangat baik, kami bisa mengenalkan kepada masyarakat manfaatnya jamu. Hanya harus dilengkapi bagaimana cara memasarkannya, bagaimana membentuk suatu kelompok atau suatu lembaga yang diundang membantu kami,” katanya.

Sriyono menilai tantangan yang masih dihadapi para pelaku jamu saat ini adalah aspek pemasaran agar produk herbal tradisional dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Pasar Jamu tersebut menghadirkan 28 tenant pelaku usaha jamu, talkshow kesehatan herbal, layanan pengobatan tradisional, hingga pertunjukan teater jamu yang bertujuan memperkenalkan jamu secara lebih menarik kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....