Guyon Maton Pasri Guncang PA’MIJO dengan Lakon Putri Sejati
- 07 Apr 2026 08:08 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kemeriahan rangkaian perayaan 50 Tahun Ramayana Ballet Purawisata terus berlanjut. Pada Minggu malam 5 April 2026, area Parkir Barat Purawisata yang menjadi lokasi PA’MIJO (Pasar Minggu Jogja) disulap menjadi panggung rakyat yang penuh gelak tawa berkat penampilan spesial dari Paguyuban Seni Tradisi (Pasri) Yogyakarta.
Membawa konsep Teater Guyon Maton Pasri menyuguhkan pementasan dengan gaya unik ala "Arisan Teater" atau kethoprak barangan. Suasana akrab khas pertunjukan rakyat begitu terasa, di mana pembatas antara pemain dan penonton seolah luruh dalam balutan komedi segar.
Lakon bertajuk "Putri Sejati" ini menjadi magnet luar biasa bagi pengunjung PA’MIJO. Nama-nama besar di kancah seni tradisi dan komedi Yogyakarta turun gunung untuk memeriahkan acara ini, di antaranya Dalijo Angkring, Joni Asman, Amik Bhumi, Ketel Mardiyanto, Ayin, Heru, Djohan Ekspresi
Kehadiran Teater Guyon Maton ini bukan sekadar hiburan semata. Selain memperingati setengah abad berdirinya Ramayana Ballet Purawisata, acara ini menjadi bukti nyata sinergi antara pelestarian seni tradisi dengan ruang ekonomi kreatif di PA’MIJO.
"Pementasan ini menghidupkan kembali ruh kethoprak barangan yang dulu sangat dekat dengan masyarakat. Di usia Purawisata yang ke-50, kami bangga seni tradisi tetap punya tempat di hati generasi sekarang melalui pendekatan yang lebih cair dan lucu," ujar Dalijo Angkring.
Bagong salah satu pengunjung warga Kota Yogyakarta menyampaikan kegembiraanya dengan menyaksikan pertunjukan langsung yang sangat menghibur.
Dimulai pukul 19.00 WIB, gelak tawa penonton pecah saat para seniman mulai melontarkan guyonan (candaan) spontan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari namun tetap setia pada alur cerita Putri Sejati. Penonton yang awalnya hanya berniat berbelanja di Pasar Minggu Jogja pun tampak betah berlama-lama memenuhi area depan panggung hingga akhir pertunjukan.
Perayaan emas Purawisata ini diharapkan terus menjadi motor penggerak bagi para seniman tradisi di Yogyakarta untuk tetap bereksplorasi di tengah perubahan zaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....