Rapi Films Rilis Teaser Trailer "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan"
- 01 Apr 2026 11:28 WIB
- Yogyakarta
Poin Utama
- Film produksi kolaborasi Rapi Films dan Screenplay Films ini mengangkat isu emosional tentang perjuangan keluarga menghadapi sosok ibu yang mulai kehilangan ingatan
- Disutradarai oleh Kuntz Agus dengan naskah yang ditulis oleh Alim Sudio, film ini dirancang sebagai refleksi mendalam bagi penonton tentang arti kehadiran orang tua.
- Film ini membawa pesan bahwa ada banyak hal dalam hidup yang boleh hilang, mulai dari kesempatan hingga mimpi. Namun jangan sampai seorang anak menghilang dari hati dan ingatan ibunya sendiri sebelum waktunya tiba
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Rapi Films bekerja sama dengan Screenplay Films merilis teaser trailer perdana untuk film terbaru mereka "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan". Film ini mengangkat tema yang sangat personal: perjuangan sebuah keluarga saat sosok ibu mulai kehilangan ingatannya.
Cerita ini berfokus pada kehidupan Yuke Yolanda (Lulu Tobing), seorang ibu dan guru yang sangat dicintai. Kehidupan harmonis bersama suaminya (Ibnu Jamil) dan ketiga anaknya mulai goyah saat Yuke menunjukkan gejala kehilangan ingatan. Hal-hal sederhana seperti hari jadi pernikahan hingga detail penting tentang anak-anaknya perlahan terhapus dari memorinya.

Kesha yang diperankan oleh Yasmin Napper adalah anak sulung yang berada di titik krusial hidupnya. Sebagai mahasiswi tingkat akhir sekolah film, ia tengah berjuang untuk mandiri dan mengejar impian profesionalnya. Namun, kondisi sang ibu memaksanya berhenti sejenak dan menatap kenyataan pahit yang ada di depan mata.
Di sisi lain, keluarga ini memiliki dinamika yang kompleks. Ada Kanya (Sofia Shireen) yang selalu menjadi kebanggaan, serta Karlo (Jourdan Omar) si bungsu yang membutuhkan perhatian medis khusus. Kondisi Yuke yang semakin menurun membuat rumah yang dulunya hangat perlahan berubah menjadi sunyi dan penuh kecemasan. Yasmin Napper mengakui bahwa peran ini memberikan perspektif baru baginya tentang arti kehilangan.
" Memerankan Kesha membuatku sadar bahwa kehilangan yang paling nyata adalah saat kita masih ada secara fisik, tapi sudah tiada di dalam ingatan orang yang kita sayangi. Kesha harus memilih antara masa depan atau waktu yang tersisa bersama Ibunya. Ini adalah pilihan yang mustahil, tapi harus dihadapi," ujar Yasmin dalam rilis yang diterima RRI Rabu ,1 April 2026.

Produser Rapi Films, Sunil Samtani, menjelaskan alasan kuat di balik adaptasi ini. "Kami ingin membawa kedalaman emosi sebuah keluarga yang sedang ditengah menghadapi tantangan terberat. Dengan arahan Kuntz Agus dan naskah dari Alim Sudio, film ini akan menjadi refleksi bagi setiap anak tentang arti kehadiran orang tua," katanya.
"Kami ingin penonton tidak hanya menonton, tapi merasakan kekalutan dan cinta yang tumpang tindih dalam keluarga ini. Bagaimana sebuah rumah yang dulunya hangat, perlahan berubah menjadi asing karena memudarnya ingatan," ujar Kuntz Agus.
Film ini membawa pesan universal bahwa ada banyak hal dalam hidup yang boleh hilang, mulai dari kesempatan hingga mimpi. Namun, satu hal yang diperjuangkan dalam cerita ini adalah jangan sampai seorang anak menghilang dari hati dan ingatan ibunya sendiri sebelum waktunya tiba. (Vina Mufiana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....