Ruang Ramal Jadi Daya Tarik PBTY 2026, Ini Metodenya
- 04 Mar 2026 00:21 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Keberadaan Ruang Ramal menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pengunjung dalam gelaran Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta tahun ini yang berlangsung pada 25 Februari hingga 3 Maret 2026.
Ruang ramal tersebut menghadirkan suasana bernuansa misterius namun tetap hangat dan interaktif. Setiap sesi pembacaan menghadirkan tawa, harapan, sekaligus refleksi diri bagi para pengunjung yang datang.
Salah satu tim pameran, Adrian Suryakusuma mengatakan minat masyarakat terhadap ruang ramal mengalami peningkatan setelah lokasi dipindahkan ke area yang lebih strategis. Sebelumnya, ruang ramal berada di sebuah rumah tua berwarna merah yang letaknya dinilai kurang terlihat pengunjung.
“Sekarang kami pindah ke sini dan sudah lumayan meningkat. Sebelumnya tidak di sini, di rumah yang warnanya merah di sebelah sana,” ujarnya saat ditemui Rabu 3 Maret 2026.
Ia menyebut, rata-rata pengunjung yang mengikuti sesi ramal berkisar antara 20 hingga 30 orang per hari. Untuk dapat mengikuti gelaran tersebut, pengunjung dikenakan biaya Rp100.000 dengan durasi konsultasi yang tidak dibatasi.
Adrian mengatakan terdapat beberapa metode ramalan yang ditawarkan dalam Ruang Ramal ini. “Ada Tarot, ada I Ching, ada Nujum, Numerologi, dan juga Tasseomancy untuk yang baru,” ucapnya menjelaskan.
Bazi merupakan sistem astrologi tradisional Tionghoa yang digunakan untuk membaca karakter, potensi hidup, serta siklus keberuntungan seseorang berdasarkan tanggal dan jam lahir.
Tarot adalah metode pembacaan simbol melalui kartu bergambar untuk refleksi diri maupun melihat situasi kehidupan.
Sementara I Ching merupakan kitab filsafat dan ramalan kuno dari Tiongkok yang telah berusia lebih dari 3.000 tahun. Metode ini menggunakan simbol heksagram melalui media koin untuk memahami perubahan dan arah kehidupan.
Adapun Nujum merujuk pada praktik astrologi yang memprediksi nasib atau kejadian masa depan berdasarkan pergerakan benda langit. Numerologi menggunakan angka, nama, serta tanggal lahir untuk menganalisis karakter dan potensi hidup seseorang.
Sedangkan Tasseomancy adalah metode membaca pola ampas minuman seperti teh atau kopi yang tertinggal di dalam cangkir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....