Malioboro Imlek Carnival Teguhkan Harmoni Nusantara

  • 01 Mar 2026 18:59 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Karnaval Malioboro Imlek Carnival 2026 menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XXI dengan mengusung semangat pelestarian keberagaman budaya Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Malioboro, Yogyakarta, pada Sabtu 28 Februari 202,6,pukul 19.00–22.00 WIB ini mengangkat tema “Warisan Budaya, Kekuatan Bangsa.” Ribuan warga dan wisatawan memadati jantung kota untuk menyaksikan perayaan budaya yang digelar meriah di ruang terbuka.

Karnaval tersebut menghadirkan konsep pertunjukan budaya lintas etnis dan suku sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan seni tradisi kepada masyarakat luas. Beragam penampilan seni ditampilkan secara kolosal, mulai dari atraksi liong, tarian tradisional Tionghoa, hingga tari-tarian daerah Nusantara yang berpadu dalam satu panggung kebudayaan. Kolaborasi ini menciptakan harmoni visual dan musikal yang menggambarkan semangat persatuan dalam keberagaman.

Sejumlah tokoh dan panitia menyampaikan sambutan pada Karnaval Malioboro Imlek Carnival 2026 dalam rangkaian PBTY XXI di Malioboro. (Foto: Istimewa)

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan bahwa PBTY merupakan sebuah “ruang batin” bagi masyarakat, tempat perbedaan etnis, budaya, dan keyakinan dapat melebur dalam semangat saling menghargai. “Keberadaan PBTY tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga simbol harmoni sosial yang tumbuh di tengah keberagaman masyarakat Yogyakarta,” ucapnya saat memberikan sambutan.

Dukungan terhadap penyelenggaraan PBTY XXI juga datang dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Kementerian menilai PBTY sebagai perayaan budaya inklusif yang mampu memadukan tradisi, spiritualitas, serta sektor pariwisata dalam satu ekosistem kegiatan masyarakat. “Selain memperkuat nilai persaudaraan dan toleransi, kegiatan ini juga mampu menggerakkan ekonomi rakyat melalui keterlibatan pelaku UMKM di kawasan Ketandan sebagai pusat kegiatan festival,” ucap perwakilan kementerian.

Panitia PBTY menyebutkan, sebagai Kota Pelajar, Yogyakarta membutuhkan lebih banyak ruang ekspresi bagi generasi muda, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga seni dan budaya. “PBTY XXI diharapkan menjadi sarana edukasi budaya sekaligus memperkenalkan keragaman seni tradisi Indonesia, khususnya budaya Tionghoa, sehingga mampu menumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah air,” ujar panitia.

Seorang anak berinteraksi dengan atraksi barongsai dalam Karnaval Malioboro Imlek Carnival 2026 di Malioboro, Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

Karnaval Malioboro Imlek Carnival 2026 menampilkan sekitar 20 kelompok pertunjukan yang menghadirkan kolaborasi lintas budaya. Penampilan gabungan liong, flashmob kolosal, serta berbagai tari tradisional dipentaskan di hadapan Sri Sultan dan ribuan masyarakat yang memadati kawasan Malioboro. Sorak sorai penonton dan gemerlap lampu panggung menambah semarak suasana malam perayaan.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, baik dari penonton yang hadir langsung maupun yang mengikuti jalannya acara melalui layanan siaran daring. Panitia mengapresiasi seluruh peserta dan masyarakat yang turut menyukseskan penyelenggaraan karnaval budaya tersebut. Melalui Malioboro Imlek Carnival, PBTY XXI kembali menegaskan perannya sebagai ruang pertemuan budaya yang memperkuat identitas kebangsaan sekaligus menjaga warisan tradisi agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....