Difki Khalif dan Prinsa Mandagie Berkolaboradi di Lagu “Seandainya”
- 22 Feb 2026 15:21 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Difki Khalif dan Prinsa Mandagie resmi berkolaborasi dalam sebuah proyek musik spesial untuk menghidupkan kembali lagu populer era 2000-an berjudul “Seandainya”. Kolaborasi ini menjadi ruang eksplorasi musikal yang sangat menarik bagi keduanya. Mereka berhasil menghadirkan interpretasi baru yang segar atas lagu yang telah melekat kuat di memori banyak pendengar musik tanah air.
Proyek ini terwujud melalui kerja sama lintas label antara Musica Studios dan Sony Music untuk menafsir ulang karya-karya populer. Dari berbagai pilihan lagu yang tersedia, Prinsa Mandagie akhirnya menjatuhkan pilihannya pada lagu milik band Vierratale tersebut. Alasan utamanya adalah karena lagu ini memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan perjalanan masa remaja sang penyanyi.
“Banyak orang tumbuh bersama lagu ini, termasuk aku,” ujar Prinsa saat menjelaskan alasannya memilih lagu tersebut sebagai proyek kolaborasi.
Baginya, lagu ini adalah salah satu lagu galau ikonik yang mewarnai masa pertumbuhan generasi 2000-an. Kehadiran Difki Khalif yang memiliki latar belakang anak band pun menjadi elemen kunci dalam proses kreatif pengerjaan single ini.
.webp)
Sebagai dua solois dengan karakter vokal yang sangat berbeda, mereka berdua harus menjalani sesi workshop yang cukup intens. Hal ini dilakukan demi menemukan chemistry yang tepat serta pembagian porsi vokal yang harmonis. Tantangan utama mereka adalah menyatukan dua warna suara yang kontras agar tetap terdengar padu dalam satu komposisi musik.
“Kami memang punya range suara berbeda, jadi workshop membantu kami menentukan pembagian bagian vokal agar tetap harmonis,” ujar Difki Khalif.
Penjelasan tersebut ia sampaikan dalam rilis resmi yang diterima RRI,Minggu 22 Februari 2026. Meskipun datang dari latar belakang musikal yang berbeda, keduanya justru menemukan energi baru yang sangat positif dalam proyek ini.
Aransemen terbaru “Seandainya” kini dibuat terasa lebih emosional dan segar dengan adanya sentuhan elemen orkestra yang cukup megah. Tambahan aransemen tersebut sengaja diberikan untuk memperkuat karakter pop-rock yang ingin tetap mereka pertahankan. Bagi Prinsa, pengalaman ini memberikan warna yang berbeda dari karya-karyanya yang biasanya bernuansa jauh lebih dewasa dan sangat sentimental.
Proses harmonisasi vokal dalam lagu ini dirancang oleh Barsena Bestandhi yang memastikan dua karakter suara mereka menyatu dengan mulus. Selama proses kreatif, mereka mencoba berbagai opsi pembagian suara untuk menyesuaikan jangkauan vokal masing-masing. Perbedaan karakter yang mereka miliki justru menjadi kekuatan utama yang membuat versi baru ini terasa sangat unik dan segar.
Momen paling berkesan bagi mereka terjadi saat sesi mendengarkan hasil akhir yang sudah dilengkapi dengan aransemen orkestra utuh. Keduanya merasakan lagu ini telah menemukan bentuk barunya yang lebih enerjik namun tetap mempertahankan esensi asli lagu tersebut. Prinsa pun menegaskan bahwa meskipun hadir dalam versi yang berbeda, lagu ini akan tetap terasa familiar di telinga pendengar. (Vina Mufiana)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....