Pengakuan Soimah Sosok Yu Beruk: Saya Kerap Dikira Anaknya
- 17 Feb 2026 17:18 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kepergian Sumisih Yuningsih atau yang dikenal dengan Yu Beruk meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan, terutama para seniman dan seniwati di Yogyakarta. Salah satu yang merasa sangat kehilangan Yu Beruk adalah seniman kondang, Soimah Pancawati,
Meski kini dikenal luas dan kerap tampil di layar televisi nasional, Soimah tak melupakan sosok Yu Beruk yang menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Soimah mengaku mulai mengenal maestro ketoprak tersebut sejak awal dirinya tinggal di Yogyakarta pada 1995-1996.
Bahkan pada masa-masa awal itu, ia sempat dikira sebagai anak Yu Beruk karena kemiripan wajah mereka. “Saya kenal Mbok Beruk sejak awal di Jogja. Dulu awal-awal saya di Jogja malah saya dikira anaknya Mbok Beruk karena katanya dulu wajahnya mirip,” kata Soimah.
Bagi Soimah, Yu Beruk bukan sekadar senior dalam dunia seni pertunjukan, melainkan sosok ibu yang memberi banyak pelajaran hidup. Ia mengaku memperoleh banyak ilmu dan pengalaman berharga dari Yu Beruk.
“Mbok Beruk bukan hanya senior, tapi saya sudah menganggap sebagai ibu saya. Saya banyak belajar dari beliau. Banyak ilmu yang saya dapat dari Mbok Beruk,” ujarnya.
Menurutnya, Yu Beruk adalah figur yang tidak pernah mengucilkan junior. Sebaliknya, almarhumah selalu merangkul dan membimbing juniornya dengan penuh ketulusan. “Beliau menjadi senior itu enggak pernah mengucilkan juniornya, selalu mengajarkan, selalu merangkul. Beliau adalah sosok yang luar biasa,” katanya.
Soimah juga mengatakan, meski dirinya lebih banyak beraktivitas di Jakarta, namun perhatian Yu Beruk tidak pernah putus. Almarhumah kerap menghubungi dan memberi nasihat ketika ada kabar kurang menyenangkan di dunia hiburan.
“Beliau itu selalu membimbing saya, walaupun saya di Jakarta selalu dikaruhke, selalu diingatkan. Jadi kalau ada berita yang enggak enak tentang artis lain atau apa, beliau selalu ngaruhke,” ucapnya penuh haru.
Baginya, Yu Beruk adalah ibu untuk para seniwati di Yogyakarta, figur teladan yang bukan hanya mewariskan ilmu tetapi juga nilai ketulusan dan kebersahajaan.
Diberitakan sebelumnya, Yu Beruk meninggal dunia pada usia 76 tahun karena sakit infeksi paru-paru. Yu Beruk menghembuskan napas terakhirnya di RSUP Dr. Sardjito, setelah sebelumnya sempat dirawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
“Masuk rumah sakit itu sekitar dua minggu kalau enggak salah, tapi sekitar empat hari yang lalu itu pindah. Awalnya di RS PKU Muhammadiyah terus dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito,” ucap Bimo, salah satu cucu Yu Beruk saat ditemui di rumah duka Sanggar Busana Nawangsih, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Sabtu, 14 Februari 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....