Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta XXI Digelar Tujuh Hari
- 15 Feb 2026 11:27 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XXI akan digelar selama tujuh hari pada 25 Februari hingga 3 Maret 2026. Festival budaya yang telah menjadi agenda tahunan tersebut hadir dengan nuansa berbeda karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.
Digelar di Kampung Ketandan, Kota Yogyakarta, Festival budaya tahunan ini menghadirkan rangkaian pertunjukan seni, pameran budaya, bazar kuliner, hingga kegiatan ngabuburit Ramadhan yang melibatkan berbagai komunitas lintas budaya.
Humas PBTY XXI, Novita Dewi, mengatakan Inovasi panggung utama menjadi sorotan tahun ini. Jika sebelumnya panggung berada di area parkir Ketandan, kini dipindahkan ke Jalan Suryatmajan dengan desain khusus yang bisa dinaikkan dan diturunkan sesuai kebutuhan.
“Kita perluas. Jadi sekarang sudah sampai ke Jalan Suryatmajan,” Ucap Novita.
Salah satu agenda utama adalah Malioboro Imlek Karnaval yang akan digelar pada 28 Februari mendatang. Karnaval ini berlangsung di sepanjang Jalan Malioboro, mulai dari Gedung DPR hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Rute tersebut dipilih agar masyarakat dapat menikmati budaya secara langsung di ruang publik.
PBTY XXI dikemas secara inklusif dengan menghadirkan konsep ngabuburit berbasis budaya. Berikut rangkaian kegiatan Pekan Budaya Tionghoa XXI 2026:
Bazar Kuliner (25 Februari – 3 Maret 2026)
Panggung Utama (25 Februari – 3 Maret 2026):
Ngabuburit Sehat
Ngabuburit Energik
Ngabuburun (Funrun)
Dongeng Ngabuburit
Pentas Seni & Atraksi
Naga dan Barongsai
Malioboro Imlek Karnaval (28 Februari 2026)
Lomba:
Chinese Custom Competition (23 Februari 2026)
Kids Modern Dance Competition (26 – 27 Februari 2026)
Lomba Menyanyi Lagu Mandarin (1 Maret 2026)
Lomba Tari Kreasi (2-3 Maret 2026)
Wayang Potehi (25 Februari – 3 Maret 2026)
Pameran Budaya (25 Februari – 3 Maret 2026)
Ruang Ramal (25 Februari – 3 Maret 2026)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....