“Wuthering Heights”, Kisah Cinta Obsesif Sekaligus Destruktif
- 14 Feb 2026 10:10 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Bagi penggemar novel klasik gotik Wuthering Heights, tentu tidak asing lagi dengan kisah cinta yang meledak-ledak antara Catherine dan Heathcliff. Lewat tangan sang sutradara Emerald Fenell, kisah mereka kini bisa dinikmati kembali dalam balutan visual megah, tayang di bioskop Indonesia mulai 13 Februari 2026.
Catherine atau Cathy, gadis keras kepala dari Wuthering Heights, perankan oleh Margot Robbie, pemilik wajah Barbie, tampil memukau dengan kostum dan make up yang nyaris sempurna. Heathcliff sendiri, si anak buangan, tampil kelam dan dingin, diperankan oleh Jacob Elordi.
Kisah Cathy dan Heathcliff merupakan potret dari toxic relationship, yang cenderung memiliki rasa cinta obsesif dan berujung destruktif bagi siapa saja yang terlibat. Agresif impulsif yaitu cinta yang tak sekedar cinta, tapi cinta penuh luka, hingga melahirkan dendam, dan bertindak di luar nalar.
Mereka mengenal satu sama lain sejak remaja. Namun, setelah dewasa, Cathy sangat terobsesi dengan status sosial dan hidup mewah. Alih-alih memilih Heathcliff, pria yang dicintainya, ia justru menikahi Edgar Linton, sang saudagar kaya, tetangganya. Heatcliff yang kecewa, memilih pergi dengan membawa luka mendalam.
Dari sinilah, emosi penonton diuji dengan kisah cinta yang meledak-ledak, seusai Heathcliff kembali muncul setelah menghilang bertahun-tahun. Mereka menjalin cinta terlarang, hingga membuat Heathcliff mengubah menjadi sebuah hubungan yang menakutkan. Tak hanya mengancam, Heathcliff pun mulai membalas dendam dengan menikahi saudara Edgar Linton, yaitu Isabella.
Kisah pun berlanjut dengan drama yang menguji mental psikologis penonton, karena tampilan hubungan Isabella-Heathcliff yang dikendalikan secara sepihak. Heatcliff memanipulasi pernikahan, hingga menjadikan Isabella sebagai korban kekejaman untuk memuaskan ambisi dendamnya.
Latar belakang Wuthering Heights digambarkan sebagai hamparan alam yang liar dan muram, sebuah potret pedesaan Inggris yang kelam di abad 18. Secara Visual, film ini berhasil menghipnotis penonton dengan hasil sinematik yang epic.
Film yang hanya diperuntukkan bagi penonton berusia 18 tahun ke atas ini, memang tak hanya menyuguhkan kisah cinta yang brutal. Namun, juga visual mewah yang pastinya tidak akan mengecewakan dari awal hingga akhir film.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....