Kreasi Yati Pesek di Wayang Orang "Wisanggeni", Memikat Gen Z
- 09 Feb 2026 09:58 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Panggung Taman Budaya Embung Giwangan menjadi saksi hidup lestarinya budaya adiluhur lewat gelaran Wayang Panggung yang digagas oleh Padepokan Yati Pesek, Sabtu, 7 Februari 2026, Pertunjukan yang mengangkat lakon "Wisanggeni" ini tampil beda dengan mempertemukan kolaborasi apik seniman dari tiga daerah: Yogyakarta, Klaten, dan Solo.
Meski identik dengan kesenian tradisional, pertunjukan ini terbukti mampu memikat penonton dari segala usia. Area penonton tidak hanya didominasi kaum tua, tetapi juga dipadati oleh remaja hingga anak-anak yang antusias menyaksikan hingga akhir laga.
Salah satu daya tarik utamanya adalah keterlibatan pemain lintas generasi. Bahkan, tokoh utama Wisanggeni diperankan secara apik oleh aktor belia yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Hal ini membuktikan bahwa proses regenerasi seniman wayang orang berjalan secara nyata.
Rini, mahasiswi salah satu penonton yang hadir, mengaku sangat terkesan. "Awalnya penasaran, ternyata seru sekali. Ternyata anak-anak dan Gen Z juga bisa menikmati. Harapannya pertunjukan seperti ini rutin diadakan, dan pemerintah terus mendukung karena pesannya sangat bagus untuk anak muda," ujarnya, Sabtu pekan lalu.
Maestro komedi dan seni peran, Yati Pesek, selaku inisiator pementasan ini, menyatakan optimismenya terhadap masa depan wayang orang. Menurutnya, wayang orang seharusnya bisa berjalan beriringan dengan kesenian lain yang sudah eksis di Yogyakarta, seperti Kethoprak.
"Kami ingin Wayang Orang kembali mewarnai khazanah kesenian di Yogyakarta. Dengan kolaborasi seniman dari berbagai daerah dan keterlibatan anak muda, kami yakin seni ini tetap relevan," ucap Yati Pesek.
Pertunjukan semakin hidup dengan kehadiran Dalijo Angkring sebagai Bagong. Dialog yang jenaka, spontan, dan penuh selipan isu sosial terkini membuat pesan moral dalam cerita Wisanggeni tersampaikan dengan cara yang menghibur.
Visual panggung pun tak kalah memukau. Para pemain mengenakan kostum wayang autentik koleksi pribadi Yati Pesek yang dikenal sangat detail dan terjaga kualitasnya, menambah kesan mewah pada pementasan malam itu.
Melalui keberhasilan pementasan ini, Padepokan Yati Pesek berharap Wayang Orang bukan sekadar menjadi tontonan, melainkan juga tuntunan yang terus hidup di tengah masyarakat modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....