Lewat Film, Mahasiswa ISI Soroti Perubahan Dampak Iklim

  • 06 Feb 2026 20:28 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul - Film karya mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta berjudul Bunga-Bunga di Jala Ikan (A Mixed Blessing), berhasil menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam program Art of the Score The Juilliard School, New York, pada rangkaian Bali International Film Festival (Balinale) 2026.

Film fiksi pendek ini menyoroti dampak nyata perubahan iklim terhadap kehidupan masyarakat di tingkat akar rumput. Film tersebut megisahkan perjuangan sebuah keluarga yang kondisi ekonominya kian terdesak akibat perubahan lingkungan,

Cinta Setia, sutradara film tersebut mengatakan karya ini memadukan isu lingkungan dengan kekuatan tradisi lokal sebagai bentuk adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim. “Film ini menceritakan perjuangan sebuah keluarga yang kian terdesak, sehingga mereka harus berupaya memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan memanfaatkan tradisi Sedekah Rawa Pening,” ujar Cinta.

Ia mengungkapkan, proyek ini dikembangkan melalui program Shorts Up 2024 yang mendorong lahirnya film-film pendek bertema sosial dan lingkungan. Melalui program Juilliard’s Art of the Score, pihakny akan berkolaborasi dengan mahasiswa musik dan komposer dari Juilliard School untuk menggarap musik latar film.

“Kolaborasi musik skor di program Balinale bersama Juilliard School merupakan kolaborasi internasional pertama saya,” katanya.

Proses penggarapan skor musik dijadwalkan berlangsung hingga April 2026. Setelah seluruh tahap produksi rampung, Bunga-Bunga di Jala Ikan (A Mixed Blessing) direncanakan tayang perdana pada Bali International Film Festival yang akan digelar pada 1–7 Juni 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....