Film Mahasiswa ISI Yogyakarta, Wakili Indonesia di Ajang Internasional

  • 06 Feb 2026 12:43 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul - Film fiksi pendek Bunga-Bunga di Jala Ikan (A Mixed Blessing) karya mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta terpilih untuk berkolaborasi dengan Juilliard School, sekolah musik ternama dunia yang berbasis di New York, Amerika Serikat.

Film garapan sutradara Cinta Setia ini masuk dalam program Juilliard’s Art of the Score pada program Bali International Film Festival (Balinale). Melalui program tersebut, Cina beserta tim film akan bekerja sama dengan mahasiswa musik dan composer dari Juilliard School, untuk menggarap musik latar film.

Film Bunga-Bunga di Jala Ikan (A Mixed Blessing) merupakan film pertama yang ditulis oleh Cinta dan film ketiga yang ia sutradarai. Karya ini juga menjadi proyek perdana kolaborasi Cinta dan produser Saddam Putra Dewa Rimbawan

Mengangkat isu sosial dan ketahanan masyarakat melalui tradisi lokal berlatar Danau Rawa Pening, film ini mengisahkan perjuangan sebuah keluarga yang terdesak secara ekonomi hingga harus memanfaatkan tradisi Sedekah Rawa Pening demi memenuhi kebutuhan rumah tangga

Cinta mengatakan, kolaborasi ini menjadi pengalaman internasional pertamanya. Khususnya dalam penggarapan skor musik latar film Bunga-Bunga di Jala Ikan (A Mixed Blessing).

“Dari proses pengembangan naskah, kami selalu berkolaborasi dengan siapa pun untuk memaksimalkan potensi kami dan juga (potensi) film Bunga-Bunga di Jala Ikan. Kolaborasi musik skor di program Balinale bersama Juilliard School ini merupakan kolaborasi internasional pertama saya,” ujar Cinta beberapa waktu lalu.

Sementara itu, sang produser Saddam, menyebut kolaborasi kali ini menjadi yang kedua baginya setelah sebelumnya terlibat dalam program serupa melalui film Gadis dan Penatu pada 2023.

“Pada kolaborasi saya ke dua ini, tentunya saya akan memastikan karya saat ini bisa jauh lebih maksimal dan lebih baik daripada karya sebelumnya, karena saya sudah memahami alur kerja dan potensi yang ada di film ini,” katanya.

Saddam berharap, kerja sama tersebut dapat membuka peluang lanjutan, terutama pada tahap pascaproduksi dan distribusi film. “Kolaborasi ini harapan saya membuka peluang lain untuk kolaborasi di pasca produksi dan tentunya distribusi film ini,” ucapnya.

Proses kolaborasi dengan Juilliard School dijadwalkan dimulai pada akhir Januari dan ditargetkan rampung pada April 2026. Setelah tahap pascaproduksi selesai, film ini direncanakan diputar pada Bali International Film Festival yang akan berlangsung pada 1–7 Juni 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....