Guillermo del Toro, Hidupkan Pesan Moral Frankenstein

  • 28 Jan 2026 10:50 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta: Sutradara ternama Guillermo del Toro resmi merilis film Frankenstein melalui platform streaming Netflix pada 7 November 2025 walaupun sempat rilis di bioskop Oktober 2025 secara terbatas. Film adaptasi novel legendaris Mary Shelley tersebut menyajikan kisah horor gotik klasik dengan balutan sinematografi yang terasa sangat indah.

Aktor Oscar Isaac memerankan Victor Frankenstein bersaing akting dengan Jacob Elordi yang berperan sebagai makhluk ciptaan penuh luka batin. Bintang lainnya seperti Mia Goth dan Christoph Waltz turut memperkuat jajaran pemain berbakat dalam film drama yang penuh emosional.

Cerita berfokus pada perubahan karakter Victor yang memiliki ambisi sangat besar untuk melampaui ayahnya sendiri karena didikan masa kecil yang keras. Didikan itu menciptakan sifat keras kepala serta egois yang mendorongnya melakukan eksperimen tidak manusiawi dengan menghidupkan mayat manusia demi ambisi menaklukkan hukum alam.

Visual film ini digambarkan sangat artistik penuh makna namun tetap menampilkan aksi brutal dengan adegan darah yang tidak nyaman ditonton. Pengambilan gambar dilakukan secara indah melalui lanskap Eropa abad sembilan belas guna memperkuat suasana kelam dan penuh misteri kehidupan.

Naskah puitis membawa penonton melihat dua sudut pandang berbeda antara sang ilmuwan ambisius dan makhluk ciptaan yang haus kasih sayang. Tokoh ciptaan menjadi korban atas keegoisan Victor sehingga memicu perenungan moral mengenai siapa monster sesungguhnya dalam sebuah peradaban manusia.

Pesan moral tentang konsekuensi dari ambisi besar tersampaikan secara halus melalui tempo penceritaan lambat namun tetap penuh dengan sensitivitas. Melansir dari data Rotten Tomatoes, film ini berhasil mengantongi skor 85% Tomatometer, dari lebih 250 ulasan kritikus. Serta mendapatkan skor 95% dari Popcornmeter, lebih seribu ulasan penonton.

"Victor Frankenstein adalah gambaran manusia yang terjebak dalam ambisinya sendiri hingga akhirnya ia mengabaikan sisi kemanusiaan terhadap ciptaan miliknya," katanya. Karya terbaru ini membuktikan kepiawaian sutradara dalam meramu kisah makhluk yang disalahpahami masyarakat luas hanya karena tampilan fisik berbeda. (abdullah Hamdan)

Berita ini diolah dengan melibatkan teknologi AI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....