Potret Pencarian Diri Faishal Tanjung Lewat Album Levitasi
- 25 Jan 2026 15:42 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Musisi multi-instrumentalis, Faishal Tanjung, resmi merilis album terbarunya bertajuk Levitasi. Sebuah refleksi personal tentang pencarian makna di usia 26, mulai dari spiritualitas, cinta, hingga hubungan dengan dunia di sekitarnya menjadikan fase ini penting dalam perjalanan musikal Tanjung.
Tidak disusun sebagai narasi linear, Levitasi terasa seperti membuka lembar-lembar terpilih dari jurnal hidup Tanjung. Album ini dibangun melalui vokal berlapis yang bergema, nuansa psikedelik yang tekstural, distorsi gitar yang rapuh namun hangat, ritme drum yang stabil, serta synth yang membungkus dengan rasa intim. Keseluruhan elemen tersebut menghadirkan potret pertumbuhan, rasa ingin tahu, dan proses penemuan diri yang jujur.
Bagi Tanjung, album ini lahir dari fase hidup yang penuh keraguan. Ia menyadari bahwa banyak hal dalam hidup bersifat sementara dan hanyalah titipan. Pemahaman tersebut menjadi fondasi dari Levitasi, yang secara harfiah ia maknai sebagai kondisi mengambang, tanpa arah yang pasti.
“Waktu mengerjakan album ini, aku penuh dengan rasa ragu di banyak aspek hidup. Tapi lewat Levitasi, aku belajar bahwa merasa hilang arah itu tidak apa-apa. Semua akan berlalu,” ujar Tanjung dalam rilis yang diterima RRI, Kamis 22 Januari pekan lalu.
Dalam album ini lagu “Salahkah?” yang menampilkan kolaborasi dengan Mattermos dipilih sebagai focus track karena paling merepresentasikan isi album secara jujur dan lugas. Secara lirik, lagu ini menjadi medium Tanjung untuk mempertanyakan mimpi dan cita-cita yang masih ia kejar.
Dan melalui Levitasi, Tanjung tidak menawarkan jawaban atau solusi, melainkan ruang refleksi. Album ini ditujukan untuk menemani fase hidup ketika seseorang masih mencari jati diri, masih ragu, dan belum sepenuhnya menemukan arah. Sebuah pengakuan jujur bahwa mengambang pun merupakan bagian dari perjalanan. (Vina Mufiana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....