Kirab Budaya Brosot, Padukuhan Kutan Sajikan Cerita Lelampah
- 03 Agt 2025 16:34 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Kulon Progo: Kalurahan Brosot, Galur Kulon Progo, menggelar Kirab Budaya tahun 2025. Sepuluh Padukuhan yang ada di wilayah perbatasan Bantul ini, saling menampilkan kreativitas budaya masing-masing.
Salah satu penampilan yang menarik adalah Padukuhan Kutan. Konseptor Cerita Budaya Padukuhan Kutan, Rodi Martono mengatakan, Pedukuhan Kutan, pada tahun mengambil cerita berjudul Lelampah. Cerita lelampah diambil untuk menggugah para generasi muda mencintai permainan tradisional.
Jalan cerita permainan tradisional ini kemudian dipadukan dengan keadaan terkini masyarakat Kutan. Banyak sumur warga yang mengalami kekeringan disebabkan oleh jebolnya tanggul penahan di sungai Progo.
"Karena di Kutan saat ini banyak terjadi kekeringan sumur warga, yang dimungkinkan karena jebolnya tanggul penahan air. Jadi kami mencoba mengangkat itu, dipadukan menjadi cerita Lelampah," ungkap Rodi Martono, di Brosot, Minggu (3/8/2025).
Lelampah lanjut Rodi, bisa diartikan sebagai laku kehidupan manusia dari anak-anak sampai tua. Semuanya ada ceritanya masing-masing.
Sebagai simbol utama cerita lelampah, adalah dakon raksasa yang merupakan permainan tradisional yang umum dilakukan dengan masyarakat. Dakon ini merupakan permainan tradisional yang simpel dan mudah dilakukan.
"Kami mempersiapkan jalan cerita ini sekitar 10-15 hari. Melalui cerita Lelampah ini, kami harap masyarakat Kutan tetap solid, bersatu dan baik," ujar Rodi.
Lurah Brosot Yuli Purwantoro, mengatakan, Kegiatan Kirab ini merupakan bentuk pelestarian Budaya. Apalagi Brosot saat ini telah menjadi salah satu Kalurahan Budaya di Kulon Progo.
"Kirab Budaya tahun 2025 diikuti oleh 10 Padukuhan. Peserta menempuh rute dari Lapangan Klampok dan selesai di Pendopo Brosot. Jadi masing-masing menampilkan jalan cerita berbeda," ucap Yuli.(hrn).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....