Istilah-Istilah Dalam Gamelan dan Seni Karawitan
- 27 Okt 2024 05:40 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta : Gamelan di Daerah Istimewa Yogyakarta terbagi menjadi dua jenis (pangkon) yaitu pelog dan slendro. Gamelan pelog mempunyai nada dari 1 sampai dengan 7 (siji,loro, telu, papat, lima, enem, pitu atau pi). Sedangkan slendro mempunyai nada yang sama dengan pelog, namun yang membedakan, tidak mempunyai nada 4.
Gamelan ini lazim dipergunakan dalam pementasan wayang, kethoprak, seni tari dan lain sebagainya. Di Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri, gamelan juga diperdengarkan pada moment memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw khususnya di Kraton Yogyakarta. Dua Pangkon Gamelan Kanjeng Kyai Guntur Madu ditempatkan di Bangsal Pagongan Kidul, sedangkan Kanjeng Kyai Naga Wilaga ditempatkan di Bangsal Pagongan Lor.
Mengutip https://budaya.jogjaprov.go.id/artikel/detail/449-istilah---istilah-gamelan-dan-seni-karawitan, ada beberapa istilah gamelan dan seni karawitan, diantaranya :
1. Ada-ada
Bentuk lagu dari seorang dhalang, umumnya digunakan dalam menggambarkan suasana yang tegang atau marah, hanya diiringi dengan gender.
2. Alok
Suara orang (biasanya pria) dengan nada bebas tetapi sudah tertentu penempatannya dimasukan dalam lagu gendhing. Hake, lo, lo, o dan sebagainya
3. Ambah-ambahan
Tempat berpijaknya suatu nada dalam suatau lagu atau gendhing. Contoh ambah-ambah rebab, sindhen, berkisar pada nada gehde
4. Anawengi
Alat untuk mengangkut gamelan dengan cara dipikul oleh 2 sampai 4 orang. Ancak ini dibuat dari papan kayu berbentuk persegi Panjang dengan diberi tali untuk mengkaitkan alat pemukul
5. Ancak
Alat ini untuk mengangkut gamelan dengan cara dipikul oleh 2 sampai 4 orang. Ancak ini dibuat dari papan kayu berbentuk persesgi Panjang dengan diberi tali untuk mengkaitkan alat pemikul
6. Ancer
Semacam titik yang terletak dibagian atas pencu. Ancer sesungguhnya bekas tempat jarum bubut, karena untuk menghaluskan kenong atau bonang atau kempul biasanya dengan jalan dibubut
7. Anggong
Orang yang bertugas mengatur gamelan bila sedang diadakan pertunjukan
8. Angkatan
Permulaan atau awal dari suatu bentuk lagu. Misalnya Angkatan lagu atau tembang Pocung dimulai dari nada tiga, umumnya untuk sebutan didalm vokal
9. Ayak-ayakan
Suatu bentuk gendhing Dimana jumlah kenong, kempul serta gong tidak tertentu. Pada umumnya sebelum akhir gendhing tidak menggunakan gong ajek
10. Ayun-ayun
- Sejenis Wulang Sunun diciptakan oleh Kiai Abdulaan dari desa Grabag
- Nama Gendhing, biasanya laras pelog yang digunakan untuk mengiringi tari golek Ayun-ayun, diciptakan oleh Sasmita Mardawa dari Yogyakarta
11. Balungan Gendhing
Kerangka dari suatu gendhing dan meliputi wilayah dan nada-nada gendhing sedang dimainkan
12. Bantalan
Benang yang dibalut dengan kain sebesar ibu jari digunakan sebagai alas bilahan gambang. Ada kalanya bahan ini berupa ijuk yang dibalut kain
13. Bapangan
Instrumen gamelan jenis pencon tetapi yang dibuat mengkilat yaitu dengan cara dikikir pada bagian pencurai dan recep
14. Barang
Nama nada didalam gamelan. Untuk pencatatannya bisa diganti angka 1 untuk laras slendro dan 7 untuk laras pelog
15. Barang Miring
Nama laras gamelan, Dimana laras bakunya slendro, tetapi pada vokal atau suara rebab dicampur dengan laras-laras vokal pelog
16. Bawa Swara
Suatu Teknik tembang yang digunakan untuk memulai atau mengawali satu gendhing yang pada umumnya dilakukan oleh seorang pria
17. Bem
Nada gamelan pelog dengan nada angka satu, istilah umum di daerah Yogyakarta
18. Bendha
Tabuh (alat pemukul) gender dan gambang. Bendhe nama instrument bentuknya seperti kempul tetapi kecil
19. Besalen
Tempat membuat gamelan yang didalamnya terdapat tungku untuk alat pengecor gangsa yaitu baha baku dari gamelan perunggu
20. Bilu Tau
Cara belajar memainkan salah satu instrument gamelan misalnya rebab, tetapi tanpa metode yang benar, umumnya hanya dengan mendengarkan kemudian menirukan
21. Blimbingan
Bentuk bilahan atau batang saron, gender yang berpenampang trapezium. Juga bonang kenang Japan yang persesgi banyak, seperti gamelan pelog RRI Yogyakarta yang berasal dari zaman Sultan Hamengkubuwobo VIII
22. Blumbangan
Bentuk warangka yang pada bagian tertentu melengkung. Bagian ini dinamakan blumbangan karena seperti blumbang (kolam)
23. Bonang
Instrumen jenis pencon yang disusun horizontal terdiri dua deret yang diletakkan diatas tali pluntur yang direntangkan pada rancakan. Untuk Yogyakarta masing-masing deretan jumlahnya 5. Jumlah seluruhnya 10 pencu. Untuk laras Pelog jumlah seluruhnya 14 pencu
24. Bonangan
(1) Teknik didalamnya cara memainkan instrument bonang (2) bentuk jenis gendhing Dimana yang memegang peranan adalah instrument bonang. Misalnya dalam hal memulai gendhing dalam jenis gendhing bonangan ini tidak menggunakan instrument rebab, gender, gambang. Untuk daerah Yogyakarta digunakan istilah soran
25. Barung Bonang
Bonang yang bertugas memimpin melodi dalam lagu atau gendhing
26. Panembung Bonang
Jenis bonang yang nadanya paling rendah dan bentuknya paling besar diantara bonang-bongan lainnya
27. Penerus Bonang
Jenis Bonang yang bentuknya paling kecil dan nadanya paling tinggi diantara bonang-bonang lainnya
28. Bubaran
Bentuk gendhing yang terdiri dari 16 balungan pokok dalam satu gong. Tiap empat balungan poko disertai pukulan kenong, balungan pokok yang ke 6, 10 dan 14 disertai pukulan kempul, sedangkan pada balungan pokok yang gasal disertai pukulan kempul, sedangkan pada balungan pokok yang gasal disertai pukulan kethuk 7 5 7 6 7 5 7 6 7 5 7 6 3 5 6 7 balungan pokok.
29. Buka
Lagu yang dibunyikan untuk mengawali dan sebagai tanda dimainkan suatu gendhing. Instrumen yang biasa dipakai untuk buka ialah gender, rebab, bonang dan kendhang.
30. Bumbungan
Bumbungan bambu atau seng yang dibentuk bulat mirip tabung dengan tinggi sekitar 60 cm, yang dipasang berderet urut dari yang besar sampai yang kecil yang dipasang didalam rancakan gender sebagai resonator. Jumlah bumbungan ini sesuai dengan banyaknya bilahan gender. Slenthem,. Untuk gender umumnya berjumlah 13 sampai 14 buah
31. Buntar
Bagian punggung dari bilahan pada saron, gender, slenthem dan yang lain berbentuk bilahan. Bagian buntar ini tempat mengkikir bilah-bilah itu sedang dilaras.
32. Cakepan
Kalimat yang dipergunakan oleh Vokalis di dalam suatui lagu atau gendhing umumnya berupa bentuk tembang, mungkin juga ciptaan baru yang bentuknya bukan dari tembang, misalnya di dalam suatu gendhing yang sudah ada tetapi diciptakan lagu dengan cakepannya.
33. Cakilan Rebab
Semacam paku dari kayu yang menancap pada bagian bawah dari rebab pada popor ngisor sebagai tempat mengkaitkan dawai.
34. Calung
Instrumen gamelan yang dibuat dari bambu yang direntangkan berjajar dengan tali pada bagian atas dan bawah dari yang kecil sampai yang besar. Suara calung ini mirip dengan gambang dan sangat terkenal di daerah Banyumas.
35. Cemengan
Bentuk pencon di mana semua bagian tidak dikikir sehingga warnanya tetap hitam. Bentuk cemengan ini umumnya pada instrumen jenis gong ageng atau gong suwukan
36. Centhe
Nama instrumen saron yang paling kecil nadanya, umumnya untuk menyebut jenis gamelan barut Istilah ini umumnya digunakan di pedesaan.
37. Clempung
Nama instrumen golongan instrumen petik.
38. Cluring
Nama instrumen yang bentuknya seperti mangkuk yang diletakkan di atas rancakan
39. Cokekan
Susunan instrumen gamelan yang terdiri dari siter, slenthem, kendhang batangan, gong kemodhong. Cokekan ini umumnya dimainkan secara berkeliling dari satu tempat ke tempat lain. Di Yogyakarta disebut gembrotan.
40. Coklekan
Gerak tekukan kepala ke samping kiri atau kanan pada tari gaya Yogyakarta.
41. Dados
Suatu gendhing yang beralih ke gendhing lain dengan bentuk yang sama, misalnya Ladrang Sembawa dados Ladrang Playon.
42. Daga
Bagian di atas watangan) yang berbentuk bulat kerucut dan berkerat-kerat, di bagian atas dan bawah terdapat lubang tempat masuknya semat (kupingan) suara untuk masing-masing dawai.
43. Dhawah
Sejenis gendhing yang berbunyi karena bawa
44. Dhendha
Tabuh (alat pemukul) kempul, gong dan bendhe.
45. Dhendhan
Kayu bulat yang terletak pada kanan dan kiri bagian atas rancakan gender dimana ada lubang untuk memasukkan pluntur sebagai tali untuk merentangkan bilahan gender. Dhendhan ini merupakan alat pengencang pluntur. Di daerah Yogyakarta ada yang mirip bentuk nisan (dhendhan kijingan).
46. Dhendhan Kijingan
Sama dengan dhendhan umumnya digunakan di daerah Yogyakarta ada yang mirip bentuk nisan
47. Dhodhog
Nama instrumen bentuknya seperti bedhug , tetapi yang ditutup dengan kulit hanya satu sisi saja, sehingga sisi yang lain tetap terbuka. Dhodhog sering pula disebut drodhog atau jedhor.
48. Dhong-Dhing
Di dalam irama gamelan terdapat sabetan matra, dimana pada hitungan pertama jatuh pada sabetan matra yang ringan disebut jatuh dhing, dan pada jatuhnya sabetan matra yang berat (kedua) disebut jatuh pada dhong.
49. Dhong Gedhe
Susunan notasi dari gamelan selalu terdiri dari empat deretan nada yang disebut satu gatra. Pada hitungan kedua disebut jatuh pada dhong cilik, dan pada hitungan ke empat disebut jatuh pada dhong gedhe.
50. Dijuluk
Cara untuk menaikkan nada pada gamelan. UIntuk jenis bilahan dengan cara pada bagian buntar dikikir sedikit demi sedikit sehingga nada yang dikendaki, sedang untuk instrumen jenis pencon yang dikikir adalah bagian pencu, dan untuk jenis gong dengan cara pencu bagian dalam didhedheg.
51. Gambang
Nama instrumen, bentuknya bilahan dan dibuat dari kayu. Gambang mempunyai 21 bilahan dengan 5 nada yang terdiri dari 5 oktaf, yaitu 5 6 1 2 3 5 6 1 2 3 5 6 1 2 3 5 6 1 2 3 5.
52. Gambang Kayu
Instrumen gamelan dengan bilah-bilah dari kayu yang jumlahnya 17 sampai 21 bilah, mirip dengan cyclophone pada musik barat. Bilah-bilah itu diletakkan di atas grobogan, dengan diberi paku sebagai pengencangnya. Di dalam gamelan gambang merupakan instrumen yang paling banyak mempunyai nada-nada. Bilah gambang yang baik dibuat dari jenis kayu selangking barlean, kalanggi dan gembuk. Gambang dipukul dengan dua buah alat pemukul yang berbentuk bundar dengan tangkai pemegang dari tanduk kerbau yang dikecilkan sehingga dapat meluntur.
53. Gamelan Barut
Jenis gamelan yangbahannya dibuat dari besi, umumnya dari besi plat untuk saron dan gong dibuat dari drim bekas tempat minyak tanah.
54. Gamelan Gadhon
Susunan instrumen gamelan yang dimainkan secara tidak lengkap, instrumennya terdiri dari kendhang, ciblon, gender, barung, rebab, gambang dan gong kemodhong, ada kalanya memakai suling.
55. Gamelan Gedhe
Susunan gamelan yang lengkap. Istilah ini pada umumnya untuk menyebut gamelan yang dibuat dari perunggu. Gamelan gedhe ini terdiri dari dua laras, slendro dan pelog.
56. Gamelan Klenengan
Sama dengan susunan gamelan gedhe.
57. Gamelan Krumpyung
Seperangkat gamelan yang semua instrumennya dibuat dari bambu. Gamelan macam ini banyak ditemukan di daerah Wates Yogyakarta.
58. Gamelan Kuningan
Jenis gamelan yang bahannya dibuat dari kuningan, umumnya dari pipa kuningan beksa yang tebalnya ¼ cm.
59. Gamelan Senggaden
Jenis gamelan yang berbentuk kecil-kecil, kenong, kempul, gong, bonang semuanya direnteng ini sama dengan laras gamelan gendho. Karena bentuknya yang ringkas, gamelan ini dapat dimasukkan ke dalam kotak.
60. Gamelan Wayangan
Seperangkat gamelan yang digunakan untuk mengiringi wayang kulit purwa dan wayang gedhog. Untuk iringan wayang kulit purwa menggunakan gamelan laras slendro, sedangkan wayang gedhog menggunakan iringan gamelan pelog. Dahulu susunan instrumen pengiring wayang purwa terdiri dari sebuah rebab, satu kedhang wayangan, slenthem, suling, kethuk, 3 buah kenong, 3 buah kempul, 1 buah gong suwukan, 1 buah gong ageng, 1 demung, 1 saron penacah dengan bilah sembilan dan 1 buah peking kecer.
61. Gangsa
Bahasa halus (krama) dari gamelan. Istilah ini diambil dari kata tembaga dan rejasa yang disingkat menjadi ga dan sa, kemudian berubah menjadi gangsa, karena bahan pokok dari gamelan itu berhasil dari campuran tembaga dan rejasa (timah putih), dengan perbandingan 3 dan 10 (tiga lan sedasa).
62. Gangsaran
Bentuk gendhing yang terdiri dari 8 balungan pokok
Budaya Jawa memang indah, perlu dilestarikan agar tidak diakui oleh bangsa lain. Mencintai budaya, merupakan langkah melestarikan budaya. Salam Budaya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....