Film Laut Tengah Bawa Emosi Penonton di Yogyakarta
- 06 Okt 2024 18:30 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Film fiksi Laut Tengah yang diantaranya diperankan Ibrahim Risyad sebagai Bhumi, Yoriko Angeline sebagai Haia, Anna Jobling sebagai Aisa, hingga Aliando Syarief sebagai Zidan, dan Gabriel Prince sebagai Choi Haneul berhasil membuat penonton di Yogyakarta terbawa dalam kekalutan hati dari sedih, kecewa, hingga kemarahan serta romantisme yang dibawa dalam drama religi romance tersebut.
Menceritakan tentang makna kesabaran dan keikhlasan, dengan polemik poligami yang menjadi perdebatan di masyarakat dikemas dengan menarik dan apik dengan menyisipkan pesan moral di dalamnya, bahwa tidak ada takdir yang sia-sia, dimana seluruh takdir hakikatnya baik namun kita kadang sebagai manusia tidak pernah menyelami makna yang dimaksud Tuhan dibaliknya.
Penulis Novel Laut Tengah Berliana Kimberly mengatakan, cerita Laut Tengah terinspirasi dari kisahnya yang gagal melanjutkan pendidikan S2 di Korea dan perjalanan ketika menempuh pendidikan S1 di Korea. Selain itu, sebagai lawyer di bidang hukum keluarga Islam juga tertarik membawa isu seorang perempuan dan hukum keluarga Islam itu sendiri.
"Kalau teman-teman sadari, di dalamnya ada tentang kekerasan kepada perempuan, saat Haia dijual oleh tantenya disitu ada eksploitasi terhadap perempuan, dan itu dibahas bahwa ternyata tidak semua perempuan yang terjebak dalam lingkungan itu, karena keinginan sendiri, tapi ternyata dipaksa oleh orang-orang tertentu," kata Kimberly di Yogyakarta, Sabtu (5/10/2024).
Kimberly mengungkapkan, isu poligami yang dibawa dalam film ini justru dihadirkan ke tengah-tengah masyarakat untuk melihat sudut lain, terkait poligami. "Justru karena poligami itu menjadi sesuatu kontra di masyarakat, karena masyarakat itu sudut pandangnya sudah salah dari awal. Maka itu Novel Laut Tengah hadir untuk menjelaskan bagaimana sih sebenarnya hukum perkawinan di Islam di Indonesia," ucap Kimberly.
Adaptasi Film ini pun diakui Kimberly, sudah sangat diinginkan, sehingga keterlibatannya mulai pra produksi hingga produksinya. "Jadi aku puas dan senang banget," ujar Kimberly.

Dalam screening Film Laut Tengah di Yogyakarta yang dihadiri Ibrahim Risyad, Yoriko Angeline, Anna Jobling, Aliando Syarief, dan Gabriel Prince. Aliando mengungkapkan semangatnya dengan antusias para penonton di Yogyakarta.
"Jogja itu selalu seru, energinya tu selalu besar, makanya kita setiap datang ke Jogja, kita melihat respon teman-teman semua setelah menonton film kita, itu pasti happy banget. Walaupun kita sudah capek, sudah berkeliling di beberapa kota, tapi sampai di Jogja, happy lagi," kata Aliando.
Aliando mengaku, Film Laut Tengah merupakan film religi pertama yang diperankannya, sehingga menjadi tantangan baru sehingga menjadi karakter yang diperankan dalam film tersebut.
Yoriko Angeline mengungkapkan, posisi Haia sebagai istri kedua dalam konteks film ini bukan hal yang diinginkannya, akan tetapi atas permintaan istri pertama Bhumi yang diperankan Anna Jobling. "Jadi si Haia di film ini ditunjukkan sisi lain dari hal tersebut (poligami) karena orang memiliki spekulasi masing-masing, berbeda, dan di film ini ditunjukin sisi lainnya," ujar Yoriko.
Dimainkan di negara Korea, Yoriko mengatakan, sebelumnya dilakukan coaching selama dua minggu untuk belajar bahasa Korea. "Memang kami dikasih coaching, jadi selama proses reading itu sekitar dua minggu, kami belajar Korea disitu. Karena waktu tidak banyak, kami lebih mempelajari yang di skrip, tapi sisanya kalau misalnya ada tambahan atau apa untungnya ada penerjemah, dan kak Kim menemani kami jadi kami kebantu untuk bahasa Korea," kata Yoriko.
Sedangkan Gabriel Prince pemeran warga Korea menyampaikan, belajar bahasa Korea menjadi tantangan besar, karena belum pernah belajar bahasa Korea. Sedangkan dalam Film Laut Tengah harus memadukan tentang orang Korea yang bisa bahasa Indonesia karena telah menempuh pendidikan di Indonesia dan kembali ke negaranya di Korea.
"Itu lebih sulit lagi karena aku harus perhatiin gimana cara Korea dialeg dan logat mereka berbicara kan pasti berbeda dengan kita," kata Gabriel. (Yan/par)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....