Menelusuri Jejak Manis Madukismo, dari Lori Tua hingga Kristal Gula
- 13 Sep 2026 15:51 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Kabupaten Bantul punya berbagai cara untuk mengajak wisatawan menikmati liburan. Tak hanya menawarkan wisata alam, Bantul juga memiliki destinasi unik yang menyajikan pengalaman berbeda.
Salah satunya di Pabrik Gula (PG) Madukismo, di mana para wisatawan diajak melihat lebih dekat bagaimana sebatang tebu diproses hingga menjadi gula. Perjalanan menuju kawasan pabrik menjadi bagian menarik dari pengalaman tersebut. Para pengunjung akan menaiki belasan lori yang ditarik oleh lokomotif tua yang telah dimodifikasi.
Suara roda beradu dengan rel mengiringi perjalanan wisatawan. Sesekali kereta lawas itu akan berhenti apabila berpapasan dengan lori pengangkut tebu. Tak hanya itu, perjalanan tersebut juga akan disambut dengan tawa riang anak-anak yang berada di sekitar lokasi.
Setelah 20 menit menelusuri kawasan pabrik, perjalanan pun sampai di tujuan akhir yakni area penggilingan tebu. Di lokasi ini, tebu diangkat dari lori pengangkut menggunakan mesin capit dan dimasukkan ke mesin penggiling.
Dari sinilah proses pengolahan batang tebu menjadi gula pasir kristal dimulai. Para pengunjung kemudian masuk ke dalam area pabrik untuk melihat proses tersebut secara langsung.
Koordinator Pengembangan Aset PT Madubaru PG PS Madukismo, Mahmud Safrudin mengungkapkan, tahapan dimulai dengan penggilingan tebu untuk diambil cairan manisnya yang disebut dengan nira. Proses ini pun dilakukan berulang kali agar seluruh nira keluar dengan maksimal.
“Selanjutnya nira itu dimurnikan dengan proses sulfitasi, yaitu ditambahkan gas belerang dan susu kapur. Fungsinya untuk mengikat kotoran dan memutihkan,” ucapnya, Selasa, 8 September 2026.
Proses selanjutnya adalah evaporasi atau penguapan sehingga nira jernih berubah menjadi nira kental. Nira kental kemudian dimasak dan terbentuklah kristal gula.

“Di proses ini sudah timbul kristal-kristal gula akan tetapi masih ada stroop (sisa cairan) yang menempel. Untuk itu perlu dipisahkan dengan mesin sentrifugal,” ujarnya.
Usai seluruh tahapan selesai, kristal gula kemudian diproses dan dikemas. Sementara cairan sisanya berupa tetes tebu atau molasses lalu dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan spiritus dan alkohol.
Selain mendapat informasi tentang proses pembuatan gula, para pengunjung juga dibekali dengan pengetahuan sejarah di balik keberadaan Madukismo. Dibangun pada tahun 1955 atas prakarsa Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Madukismo menjadi bagian dari upaya menggantikan pabrik-pabrik gula yang sebelumnya ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan telah dibumihanguskan.
“Dulu di DIY ada 17 pabrik gula, akan tetapi sudah dihancurkan. Dibangunlah PG Madukismo ini, tujuan utamanya yaitu untuk mengakomodir tenaga kerja yang dulunya bekerja di 17 pabrik gula tersebut,” katanya.
Seiring berjalannya waktu, kapasitas produksi Madukismo terus berkembang. Dari awalnya sekitar 1.500 ton tebu yang digiling setiap hari, kapasitasnya meningkat menjadi sekitar 3.500 ton tebu per hari.
“Sekarang kapasitasnya 3.500 TCD (Ton Cane per Day). Dari jumlah itu targetnya 250 ton gula atau 5.000 karung per hari. Satu karungnya beratnya 50 kilogram,” ucap Mahmud.

Bagi Anda yang tertarik dan ingin melihat langsung proses tersebut, perlu melakukan reservasi terlebih dahulu. Dalam sehari, kunjungan maksimal dapat dilakukan sebanyak empat kali, dengan durasi sekitar dua jam untuk setiap sesi.
“Kunjungan dimulai pukul 07.00-14.00 WIB. Untuk rombongan minimal berjumlah 30 orang, biayanya Rp13 ribu per orangnya. Sementara kalau rombongannya kurang dari 30 orang, bisa melalui paket kunjungan industri kurang lebih Rp450 ribu,” ucapnya menambahkan.
Pengalaman wisata di Pabrik Gula Madukismo pada akhirnya bukan sekadar melihat bagaimana gula dibuat. Perjalanan dengan lori, cerita sejarah, hingga proses pengolahan tebu memperlihatkan bahwa di balik rasa manis yang setiap hari kita nikmati, terdapat perjalanan panjang sebuah industri dan sejarah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....