Siham, Wisudawan Autis Kembangkan Peternakan Domba
- 25 Mei 2026 10:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Jantung Siham Hamda Zaula berdegub kencang, saat mengenakan toga wisuda di almamaternya, Rabu, 20 Mei 2026. Lulusan Fakultas Peternakan UGM itu, mampu menyandang gelar sarjana, meski gangguan Autis Asperger menyertainya sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Gangguan Autis Asperger membuat ia mengalami kendala dalam berkomunikasi dan berinteraksi sosial dengan rekan-rekan di kampusnya. Namun, gelar sarjana yang berhasil ia raih membuktikan, kerja keras tidak pernah menghianati hasil.
Perjalanan panjang dan tidak mudah di bangku kuliah selama 6 tahun 7 bulan, kini berbuah senyum yang mengembang. ”Saya senang bisa lulus dari Fapet UGM, dan saya juga punya mimpi besar selepas lulus dari almamater,” ucapnya, Senin, 25 Mei 2026.
Di tengah tantangan akademik dan adaptasi sosial yang harus dijalani, ia justru mulai membangun mimpi besar di dunia peternakan. Sejak akhir kuliah, Siham telah mengembangkan usaha ternak domba di kampung halamannya di Jepara.
“Iya, saya sekarang sedang mengembangkan usaha ternak domba di wilayah Jepara,” katanya. ”Saat ini sudah ada 15 ekor dan rencana setelah lulus ini akan dikembangkan sampai besar, saya punya target awal bisa sampai 100 ekor ke atas.”
Pilihan yang diambil Siham bukan tanpa alasan, karena dunia peternakan menjadi ruang yang membuatnya merasa nyaman sekaligus produktif. Dari kandang sederhana yang dirintisnya, ia ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bisa mandiri dan berkarya.
Selama menjalani studi di kampus, Siham mengaku tidak berjalan sendirian. Dukungan dosen, teman, tenaga kependidikan, hingga lingkungan kampus menjadi kekuatan besar yang membantunya bertahan hingga lulus.
”Saya merasa terbantu dengan mereka semua yang sudah men-support saya selama masa kuliah ini,” ucapnya. ”Baik suport secara langsung maupun tidak langsung.”
Keberadaan Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM juga menjadi bagian penting dalam perjalanan studinya. Menurut Siham, fasilitas dan pendampingan yang diberikan kampus membuat mahasiswa difabel memiliki ruang belajar yang lebih inklusif dan nyaman.
Dekan Fakultas Peternakan UGM, Profesor Budi Guntoro mengapresiasi keberhasilan Siham lulus menjadi sarjana, ditengah keterbatasan yang dimilikinya. Namun di satu sisi, hal itu membuktikan pendidikan tinggi harus memberi ruang bagi seluruh mahasiswa untuk berkembang sesuai potensinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....