Lurah Giripeni Gunakan Tanah Bengkok Dukung Lumbung Mataram
- 21 Apr 2026 12:22 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, Lurah Giripeni Iswanto Adi Saputro mengambil satu kebijakan. Ia mengalokasikan tanah pelungguh (bengkok) yang menjadi haknya untuk dimanfaatkan dalam program Lumbung Mataram.
Tanah bengkok selama ini dikenal sebagai salah satu sumber penghasilan bagi pamong kalurahan. Namun, ia memilih untuk mengedepankan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat dengan mengalokasikannya sebagai Lumbung Mataram.
“Tanah ini sejatinya bukan hanya untuk kkepentingan pribadi, tetapi amanah untuk kemaslahatan warga,” ujar Adi saat ditemui di kantornya.
Program Lumbung Mataram merupakan upaya strategis dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal di Daerah Istiwewa Yogyakarta (DIY). Program ini memanfaatkan lahan yang ada melalui sistem integrated farming (pertanian terpadu) meliputi pertanian, peternakan, dan perikanan.
Lumbung Mataraman Bulak Peni di Kalurahan Giripeni dibangun di atas Tanah Kas Desa (TKD) dengan luas 2,5 hektare. Dengan satu hektarnya merupakan tanah pelungguh (bengkok) Lurah Giripeni.
Sejak mulai dibangun bulan September 2025 lalu, Lumbung Mataraman Bulak Peni Giripeni sudah menjunjukkan hasil bagi warga. Sejumlah komoditas berhasil dibudidayakan dan dipanen, seperti terong, bawang merah, dan melon.

Dukungan penuh terhadap Lumbung Mataraman Bulak Peni dari Lurah ini pun disambut antusias oleh masyarakat. Banyak warga yang juga turut terlibat dalam pengelolaan lahan, mulai dari proses tanam hingga panen.
Tak hanya kegiatan pertanian terpadu, Lumbung Mataraman Bulak Peni juga memfasilitasi petani dan masyarakat dengan menyediakan bibit tanaman melalui Kebun Bibit Desa (KBD). Bulak Peni juga melayani kunjungan dari sekolah maupun kelompok masyarakat yang ingin belajar terkait pertanian, peternakan dan perikanan.
Salah satu warga bernama Alam Gusnindar yang saat ini menjadi penanggung jawab greenhouse melon menyampaikan rasa bangganya. “Kami merasa sangat terinspirasi. Karena Lurah kami memberi contoh nyata bahwa pemimpin itu harus berani berkorban untuk rakyatnya,” ujarnya.
Langkah Iswanto Adi Saputro ini pun diharapkan bisa dilakukan pula oleh kalurahan yang lain. Karena program kalurahan diharapkan bisa berorientasi pada kepentingan masyarakat serta membawa perubahan untuk menciptakan kemandirian dan kesejahteraan.

Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....