Pastikan Perjalanan KA Aman, Petugas PPJ Jalan Kaki 13 Kilometer Setiap Hari
- 15 Mar 2026 11:16 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Keamanan rel menjadi hal yang paling penting pada setiap perjalanan kereta api. Untuk memastikan rel kereta api benar-benar aman dari gangguan PT KAI turut menyiagakan petugas pemeriksaan jalur (PPJ). Petugas PPJ ini akan melakukan pengecekan jalur kereta api setiap harinya dengan berjalan kaki.
Rahmat Harianto menjadi salah satu petugas pemeriksa jalur yang bertugas di wilayah daerah operasional 6 Yogyakarta. Terhitung sudah 13 tahun Rahmat bekerja sebagai petugas pemeriksa jalur. Setiap hari, Rahmat menempuh jarak 13,6 kilometer berjalan kaki untuk memastikan tak ada gangguan pada jalur kereta api. Biasanya, Rahmat menyusuri petak Lempuyangan-Maguwo. Dia membutuhkan waktu selama 1 jam 40 menit untuk menyelesaikan pemeriksaan jalur kereta api itu.
“Pemeriksaan saya itu meliputi rel, bantalan, ballast, lalu bangunan yang ada di sekitar jalur. Dan itu (gangguan) wajib tidak ada di area dekat dengan jalur,” kata Rahmat saat ditemui belum lama ini.
Rahmat menuturkan ada sejumlah peralatan yang biasa dia bawa. Meliputi kunci inggris, bendera, helm, sepatu safety, alat komunikasi HT, dan ponsel pribadi. Dia menjelaskan, pemeriksaan dengan berjalan kaki fokus pada memastikan kondisi rel kereta api agar terhindar dari gangguan. Berbeda dengan pemeriksaan oleh lokomotif yang berfokus pada geometri untuk memastikan kestabilan jalur saat dilewati oleh kereta api. Jika nantinya ditemui ada kerusakan atau kendala, Rahmat akan melakukan pencatatan dan pelaporan kepada Kepala UPT Stasiun untuk dilakukan tindak lanjut. Dia menyebut kerusakan tidak selalu ditemui setiap hari. Kendala yang paling sering terjadi adalah penambat rel kereta api yang longgar.
Dia mengaku banyak menemui pengalaman dalam menjalankan tugas sebagai pemeriksa jalur kereta api selama belasan tahun. Rahmat mengaku kerap bertemu dengan anak kecil yang memiliki hobi melihat kereta api melintas. Terkadang, dia memanfaatkan kesempatan itu untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tak beraktivitas di dekat jalur kereta api. Di sisi lain, Rahmat juga sempat menemui kejadian yang tak diinginkan. Misalnya mendapati ada warga yang ingin mengakhiri hidup di jalur kereta api yang akhirnya mampu dia cegah. Di samping itu, Rahmat juga tak lepas dari pengalaman mistis selama bertugas sebagai pemeriksa jalur kereta api.
“Dulu waktu masih dinas di Solo, di area jembatan Bengawan waku masih single track di situ sempat hampir tertemper kereta karena tidak dengar kereta sama sekali. Padahal seharusnya bisa terdengar,” ucapnya.
Ada tantangan tersendiri bagi Rahmat ketika menyusuri rel kereta api belasan kilometer dengan berjalan kaki. Dia dituntut untuk fokus dan berkonsentrasi tinggi agar tidak melewatkan satu kendala apapun. Apabila sampai terlewat, maka dikhawatirkan akan mengganggu hingga membahayakan perjalanan kereta api. Di samping itu, cuaca juga kerap menjadi kendala. Kekhawatiran paling terasa jika turun hujan disertai petir. Pada kondisi itu Rahmat tetap menjalankan tugasnya dengan mengenakan jas hujan dan peralatan keamanan lainnya. Pada momentum puasa kali ini, Rahmat memilih untuk istirahat yang cukup dan memaksimalkan waktu sahur dan berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan yang bergizi utuk memastikan kondisi tubuhnya fit setiap hari.
“Pemeriksaan saat puasa jelas sedikit berbeda ya karena biasanya sampai di tengah petak mungkin berhenti di PJL (petugas jaga lintasan) minum kita ngobrol, makan. Tapi untuk di bulan puasa ini kita berhenti sebentar. Tidak minum, tidak makan, nanti lanjut lagi jalan,” ujar Rahmat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....