Pojok Musafir Masjid Danunegaran, Ruang Singgah Gratis Bagi Siapa Saja

  • 14 Mar 2026 01:17 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di tengah padatnya lalu lintas Jalan Parangtritis Kota Yogyakarta, sebuah sudut di Masjid Danunegaran menawarkan suasana yang berbeda. Sudut tersebut menjadi tempat beristirahat bagi banyak orang yang sedang dalam perjalanan. Sudut itu dikenal dengan nama "Pojok Musafir", sebuah ruang sederhana yang terbuka bagi siapa saja yang ingin singgah sejenak atau menginap di masjid.

Program ini merupakan kolaborasi antara takmir masjid dan Lazismu Mantrijeron untuk menyediakan tempat singgah bagi para musafir. Takmir Masjid Danunegaran, Rokhaedi Priyo Santoso, mengatakan sebenarnya masjid ini sejak lama sudah sering menjadi tempat persinggahan para pelintas jalan.

“Karena masjid ini berada di pinggir jalan besar, sejak dulu banyak musafir yang mampir untuk transit atau bahkan menginap di paviliun masjid. Tapi kalau nama Pojok Musafir itu baru kita gunakan secara resmi mulai awal tahun 2026,” ujar Rokhaedi beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, kehadiran Pojok Musafir bertujuan memberikan kenyamanan bagi para musafir yang membutuhkan tempat istirahat. “Di sini kita menyediakan karpet yang bisa digelar untuk beristirahat. Kalau ada yang ingin menginap juga boleh, baik muslim maupun nonmuslim. Tidak ada syarat khusus, hanya saja maksimal tiga hari supaya tidak disalahgunakan,” katanya.

Selain tempat beristirahat, Pojok Musafir juga menyediakan minuman gratis bagi para pengunjung. Di sana tersedia air minum panas dan dingin, teh, kopi, dan gula yang bisa diambil sendiri oleh para musafir. Selain itu ada juga mi instan yang disiapkan oleh staf Lazismu.

Sejak resmi dibuka dan dinamai Pojok Musafir pada awal 2026, fasilitas ini cukup banyak dimanfaatkan masyarakat. Dalam waktu sekitar satu bulan, jumlah pengunjung yang singgah di Pojok Musafir tercatat mencapai ratusan orang.

“Awal-awal dibuka itu terdata sekitar 300-an orang yang memanfaatkan layanan ini. Ada yang singgah sebentar untuk salat, ada yang istirahat, ada juga yang menginap,” ujar Rokhaedi.

Sementara itu, Manager Operasional Lazismu, Rizkia Nur Aini, mengatakan gagasan Pojok Musafir muncul dari pengalaman para pengurus yang sering menemui musafir membutuhkan bantuan. “Karena lokasi masjid ini dekat jalan raya, banyak sekali musafir yang datang. Kadang mereka hanya ingin istirahat sebentar, ada juga yang membutuhkan makan atau minum sederhana,” kata Rizkia.

Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari upaya menjadikan masjid lebih ramah bagi para pelintas jalan. “Awalnya kami berdiskusi dengan takmir masjid bagaimana kalau kita membuat program yang benar-benar bisa dimanfaatkan musafir. Akhirnya lahirlah Pojok Musafir ini,” ujarnya.

Melalui donasi jamaah, ruang tersebut kemudian dilengkapi berbagai fasilitas seperti meja, dispenser air panas dan dingin, rak makanan, hingga sarana penunjang aktivitas kerja. Memasuki bulan Ramadan, kegiatan di Pojok Musafir tetap berjalan seperti biasa. Namun, takmir masjid juga menambah berbagai layanan untuk jamaah dan musafir.

Selama bulan Ramadan tersedia takjil buka puasa dan makanan untuk sahur. “Selama Ramadan kami menyediakan sekitar 150 sampai 200 paket makan untuk berbuka setiap hari, lengkap dengan minumannya. Setelah tarawih juga ada hidangan sederhana,” kata Rokhaedi.

Menariknya, pada bulan Ramadan para musafir justru lebih banyak memanfaatkan fasilitas ini pada siang hari. “Kalau malam justru tidak terlalu banyak. Yang sering memanfaatkan itu siang hari, biasanya pengemudi ojek online atau orang yang sedang bekerja dan mampir untuk beristirahat,” ujarnya.

Bagi pengurus masjid, kehadiran Pojok Musafir bukan sekadar menyediakan tempat singgah. Lebih dari itu, tempat ini diharapkan menjadi wujud kepedulian kepada sesama, khususnya bagi mereka yang sedang berada di perjalanan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....