Kisah Wisudawan UNY dengan IPK Tertinggi
- 27 Des 2025 02:55 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Sleman: Betran Yunior, S.I.Kom wisudawan UNY periode Desember 2025, mengenang masa-masa kuliahnya yang penuh perjuangan. Sukses meraih IPK tertinggi 3,98 berawal dari mimpi yang dipelihara dengan kerja keras dan ketekunan.
Betran Yunior masuk sebagai mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNY. Ia menyadari bahwa kesungguhan adalah satu-satunya modal yang ia miliki, karena tidak mempunyai banyak fasilitas.
Selama kuliah, Betran memilih hadir sepenuhnya dalam setiap proses belajar. Kuncinya hanya ketekunan, setiap tugas dikerjakan dengan maksimal, setiap penjelasan dosen disimak dengan saksama, dan setiap kesempatan diskusi dimanfaatkan sebaik mungkin.
”Keaktifan di kelas itu sangat membantu. Kalau kita sudah paham di kelas, waktu belajar di luar jadi lebih efisien,” ucapnya, Jumat (26/12/2025).
Strategi itu membuatnya mampu menjaga prestasi akademik sekaligus tetap aktif dalam kegiatan non akademik, meski jalan tersebut tidak selalu mudah. Mata kuliah Metodologi Penelitian sempat menjadi tantangan terbesar baginya.
Alih-alih menyerah, Betran justru semakin rajin bertanya dan berdiskusi. Ia percaya peran dosen sangat krusial dalam membantu mahasiswa mengurai kompleksitas materi, sebelum memperdalam melalui buku, diskusi teman, dan sumber digital.
Perjalanan akademik Betran juga diperkuat dukungan beasiswa. Sejak SMA, ia merasakan manfaat pendidikan berbasis afirmasi melalui beasiswa di salah satu SMA terbaik di Sumatra Selatan berbasis asrama, tanpa biaya sedikit pun.
Selama kuliah di UNY, ia kembali mendapat kepercayaan melalui Beasiswa KIP-Kuliah. Bantuan tersebut bukan hanya meringankan beban finansial, tetapi juga menjadi kebanggaan karena ia dapat menempuh pendidikan tanpa membebani orang tua.
Momen terberat justru datang di awal masa kuliah. Datang ke Yogyakarta seorang diri, tanpa keluarga dan tanpa kenalan, membuat rasa asing dan kesepian sempat menyelimuti.
Namun perlahan, dukungan teman-teman seperjuangan menjadi obat. Lingkar pertemanan yang saling menguatkan itulah yang menemaninya hingga akhir masa studi.
Warga Kelurahan Duku, Kecamatan Ilir Timur Tiga, Kota Palembang itu bercita-cita meniti karier di industri kreatif. Selama kuliah, ia membekali diri melalui berbagai program magang, dan kegiatan sukarelawan untuk mengenal dunia profesional secara nyata.
Menutup kisahnya, Betran menyampaikan pesan sederhana namun bermakna bagi sesama mahasiswa UNY. “Duduk di bangku kuliah adalah sebuah privilese. Nikmati prosesnya, perbanyak teman, dan eksplor sebanyak mungkin pengalaman” ujarnya. (r-ws/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....