Kampung Nelayan Merah Putih, Pelan Tapi Pasti Berubah
- 21 Nov 2025 10:43 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Bantul: Di pesisir Poncosari, Srandakan, angin laut membawa riuh ombak dan selalu membawa cerita. Bagi warga sekitar pesisir Poncosari, cerita itu kini mulai berubah sejak wilayah mereka ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih, Perubahan itu mungkin belum begitu terlihat, tapi cukup membuat warga sekitar merasa kampung ini sedang menuju sesuatu yang baru.
Di tengah lahan yang kini ramai dikerjakan, warga merasakan perubahan dari yang sebelumnya. Pekerja keluar masuk, alat berat bekerja, dan papan proyek berdiri menunjukkan akan adanya rencana besar kampung nelayan. Namun, perubahan yang kini dirasakan warga sekitar adalah bagaimana warga mulai memikirkan kampung mereka secara berbeda.
Dukuh Ngentak, Anaris Nurrahman, menjadi salah satu yang merasakan perubahan suasana tersebut. Ia mengingat bagaimana warga pertama kali diajak sosialisasi, diminta memahami bahwa kampung ini akan dijadikan sebagai pusat aktivitas nelayan, UMKM, hingga pengolahan hasil laut. Sehingga, hal inilah yang menjadi titik awal perubahan cara pandang masyarakat.
“Sebelum pembangunan, ya, seperti dinas-dinas terkait yang ada di Kabupaten Bantul saling sosialisasi, bersinergi karena yang salah satu program strategis nasional dari Bapak Prabowo ya. Kita semua juga harus ikut mensukseskan program tersebut,” katanya.
Pelatihan untuk masyarakat sekitar Kampung Nelayan Merah Putih juga digelar, binaan dari Dinas Kelautan dan Perikanan. Materi pelatihan mencakup pengolahan dan pengemasan ikan, yang ditujukan untuk ibu-ibu Poklasar, agar mereka bisa menambah pengetahuan tentang pengolahan dan pemasan hasil laut.
“Pengolahan ikan yang nanti harapannya masyarakat, istri-istri nelayan dan ibu-ibu Poklasar serta ibu-ibu kuliner yang ada di wilayah Padukuhan Ngentak khususnya nanti bisa tambah keilmuannya untuk pengolahan dan pemasaran olahan ikan,” ujar Dukuh Ngentak saat bertemu RRI, pada Kamis (20/11/2025).
Tak jauh dari proyek pembangunan, Parmi mengatur dagangannya di warung kecil yang dikelola dekat jalur wisata Pantai baru. Ia sudah lama menggantungkan hidupnya dari sektor wisata, dan menurutnya dengan adanya perubahan ini, suasana di kampung terasa lebih hidup.
“Ramainya itu kalau Sabtu–Minggu. Hari biasa biasa saja. Tapi pembangunan ini membantu warung-warung di sini,” ujarnya.
Di area tambatan perahu, para nelayan menaruh harapan besar. Ketua kelompok nelayan Pantai Baru, Pak Sarmidi, menjelaskan bahwa ia berharap keberadaan kampung nelayan ini dapat membantu hasil tangkapan bisa lebih terserap.
“Kami melaut tiap hari, tapi hasilnya sekarang agak sepi. Biasanya ikan layur, tenggiri, bawal, tapi sekarang bawal jarang. Harapannya dengan adanya Kampung Nelayan Merah Putih, hasil tangkapan bisa terserap di sini, jadi nggak perlu jual jauh-jauh dan harga lebih baik.”
Dari sisi pemerintah pusat, Poncosari ini dianggap memiliki dinamika masyarakat yang kuat, baik segi aktivitas nelayan maupun wisata. Staf Ahli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Trian Yunanda, merasakan potensi itu.
“Di sini aktivitas untuk wisatanya sudah berkembang, sudah hidup. Mereka perlu pasokan ikan yang segar juga. Nah, agar bisa memastikan menjamin kualitasnya, kita harus memastikan bahwa ikan ini harus berada dalam suhu, sehingga pembusukan itu bisa kita hindari. Dengan memberikan es yang nanti diberikan pabrik es ya, kemudian kita siapkan cooler box,” ujar Trian Yunanda.
Meski proses pembangunan masih berlangsung hingga akhir tahun, tetapi warga merasakan perubahan nyata, mulai dari pelatihan berjalan, usaha kecil bergerak, dan nelayan yang mulai menyusun strategi alur pemasan baru. Hal itu menunjukkan adanya perubahan positif dari dibentuknya Kampung Nelayan Merah Putih.
Kampung Nelayan Merah Putih masih belum rampung, tetapi di balik itu, ada kampung yang tumbuh pelan-pelan. Kampung ini sedang belajar menemukan bentuknya. Bagi warga Poncosari proses itu yang menjadikan mereka percaya bahwa perubahan ini tidak akan sama lagi seperti sebelumnya. (Wulan/Devita)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....