KPH Soedarisman Poerwokoesoemo Selalu Abadi di Sanubari Alumni

  • 05 Okt 2025 20:32 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Nama besar KPH Soedarisman Poerwokoesoemo begitu melekat di sanubari segenap civitas dan alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta. Salah satu tokoh bangsa itu merupakan pendiri sekaligus rektor pertama kampus merah tersebut.

Kini, nama besar KPH Soedarisman Poerwokoesoemo, diabadikan sebagai nama Gedung Auditorium Universitas Janabadra. Keluarga besar Janabadra, ingin memberi penghormatan atas kontribusi sang pendiri almamater, dalam membangun fondasi pendidikan dan perjuangan intelektual di Kota Pelajar.

Penyematan nama besar KPH Soedarisman Poerwokoesoemo sebagai nama Auditorium Universitas Janabadra, berlangsung dalam momentum spesial. Yaitu dalam acara Janabadra Club Rendezvous (JCR) 2025, sekaligus memperingati Dies Natalis UJB ke-67 di kampus setempat, Jalan Tentara Rakyat Mataram Kota Yogyakarta, Sabtu (4/10/2025).

”Universitas Janabadra Yogyakarta merupakan kampus perjuangan yang lahir dari semangat nasionalisme dan patriotisme, yang didirikan pada 7 Oktober 1958,” kata Alumni Senior UJB Heroe Waskito yang juga Ketua Umum Pergerakan Advokat.

Berangkat dari faktor kesejarahan itu, Heroe menegaskan, keberadaan kampus UJB tidak hanya berperan sebagai institusi akademik di Kota Pelajar Yogyakarta. Namun juga simbol bagaimana bangsa Indonesia membentuk karakter pejuang melalui pendidikan.

Dalam konteks sejarah perjuangan nasional, KPH Soedarisman Poerwokoesoemo juga berperan penting dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949. Saat menjabat sebagai Wali Kota Yogyakarta, ia turut hadir dalam rapat penyusunan strategi, yang dipimpin langsung Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Saat itu, dirinya dan dipercaya menyiapkan logistik untuk para pejuang, mendirikan dapur umum, serta menentukan jalur keluar-masuk prajurit di wilayah Kota Yogyakarta. Peran non-militer ini menjadi bagian penting dari dukungan sipil terhadap operasi militer dalam mempertahankan kedaulatan Republik.

”Maka, nilai-nilai nasionalisme dan patriotism yang diwariskan pendiri UJB, harus terus menjadi poros gerak alumni dan civitas akademika Universitas Janabadra di masa kini dan di masa depan,” ucapnya.

Prosesi penyematan nama KPH Soedarisman Poerwokoesoemo sebagai nama Auditorium kampus, disaksikan lebih dari seribu alumni UJB yang menghadiri Janabadra Club Rendezvous (JCR) 2025. Ketua panitia, Siti Uswatun menegaskan bahwa JCR bukan sekadar reuni.

”Kita berkumpul di kampus merah ini untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan dan kebersamaan. Janabadra adalah rumah tempat kita belajar, berjuang, dan kini kembali bersatu,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UJB, Dr. Risdiyanto mengumumkan langkah strategis untuk masa depan kampus yang ia pimpin. Saat ini, pihaknya sedang menyiapkan pembukaan Program Magister Kenotariatan (MKn), sebagai bagian dari penguatan jenjang akademik.

”Kami juga merencanakan pembangunan kampus terpadu seluas enam hektar di Yogyakarta, yang akan menjadi pusat kegiatan akademik, penelitian dan inovasi seluruh civitas di UJB,” ucapnya. (r-ws/par)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....