Edi Padmo dan Kelompok Resan: Merawat Sumber Air, Merawat Kehidupan Gunungkidul

  • 25 Apr 2025 10:25 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Gunungkidul: Di tengah tantangan kekeringan yang kerap melanda wilayah Gunungkidul, hadir sosok Edi Padmo, seorang pegiat lingkungan yang tak kenal lelah berjuang untuk pelestarian sumber air. Bersama kelompok masyarakat yang Solid tergabung dalam "Resan", Edi Padmo mengabdikan diri untuk menjaga mata air dan ekosistem di kawasan karst yang unik ini.

Komunitas Resan Gunungkidul adalah gerakan swadaya yang fokus pada konservasi (sumber daya air) berbasis masyarakat. Kisah perjuangan Edi Padmo berawal dari keprihatinannya melihat kondisi sumber air di desanya yang semakin menyusut.

Sebagai wilayah yang didominasi dengan batuan-batuan karst, Gunungkidul memiliki karakteristik hidrologi yang khas, dengan air tanah yang rentan dan sungai bawah tanah yang kompleks. Kesadaran akan pentingnya air bagi kehidupan mendorong Edi untuk bergerak.

"Bagi kami di Gunungkidul, air adalah urat nadi kehidupan. Bayangkan Jika sumber air hilang, maka hilang pula harapan untuk bertani, beternak, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari tentunya hilang juga kehidupan," ujar Edi Padmo dengan penuh semangat sesudah siaran Kawruh di RRI (23/04/2025)

Aksi nyata

Bersama kelompoknya, Resan, Edi Padmo menginisiasi berbagai kegiatan nyata. Mulai dari penanaman pohon di kawasan resapan air, pembuatan sumur resapan, hingga edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya konservasi air.

Mereka bahu-membahu melakukan pemetaan sumber air, membersihkan mata air dari sampah, dan membangun infrastruktur sederhana untuk menjaga kualitas dan kuantitas air.

Kegiatan kelompok Resan tidak hanya fokus pada aspek fisik pelestarian, tetapi juga membangun kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat. Edi Padmo percaya bahwa upaya pelestarian akan berhasil jika tumbuh dari kesadaran kolektif.

Perlunya komunikasi antar warga, bisa juga dilakukan kegiatan gotong royong yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari petani, tokoh agama, hingga generasi muda untuk menjaga kelestarian sumber mata air.

"Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa merawat sumber air adalah tanggung jawab bersama. Dengan kebersamaan, kita bisa menjaga warisan alam ini untuk generasi mendatang," ucap Edi.

Ketekunan dan dedikasi Edi Padmo dan kelompok Resan mulai membuahkan hasil. Beberapa mata air yang dulunya hampir kering kini kembali menunjukkan debit yang lebih baik. Masyarakat pun semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar sumber air. Upaya mereka menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.

Kisah Edi Padmo dan kelompok Resan adalah cerminan bahwa dengan semangat gotong royong dan kepedulian yang tulus, masyarakat akar rumput pun mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian alam dan merawat kehidupan.

Di tengah keterbatasan sumber daya, semangat mereka untuk "merawat sumber air, merawat kehidupan" di Gunungkidul patut diacungi jempol dan menjadi teladan. (titik/atang)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....