Menjajal Wisata Susur Sungai Sambil Menikmati Jamu di Bantul

  • 23 Apr 2025 18:53 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Bantul: Sungai Opak yang mengalir di Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai potensi sebagai destinasi wisata yang mengasyikkan. Salah satunya yang ada di Kalurahan Canden, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, di mana para warga setempat memanfaatkannya menjadi sebuah destinasi permainan packrafting.

Di sini, para wisatawan akan diajak menyusuri aliran Sungai Opak sambil menikmati pemandangan sekitar. Untuk menuju titik awal susur sungai, pengunjung terlebih dahulu harus melewati area persawahan. Hamparan padi serta udara yang sejuk, akan memanjakan para wisatawan.

Usai bersiap, pengunjung diwajibkan menggunakan alat pengaman berupa helm dan pelampung. Selanjutnya, pemandu yang ada di lokasi, akan mengajak pengunjung untuk melakukan pemanasan dengan latihan mendayung. Jika sudah mulai terbiasa, pengunjung lalu mengikuti pemandu menyusuri aliran Sungai Opak.

Tak berhenti di situ, di tengah-tengah perjalanan pengunjung akan rehat sejenak untuk menikmati sajian berupa jamu tradisional. Wisatawan juga diajak untuk mencicipi berbagai kuliner tradisonal di rest area yang sudah disediakan.

Lurah Canden Bejo mengatakan, konsep perpaduan wisata ini sudah mulai berjalan sejak tahun 2022 dan bekerja sama dengan sentra produksi jamu Dusun Kiringan. Dengan mengusung tema kebugaran, ia berharap dapat memberikan pengalaman berbeda bagi para wisatawan.

“Kami mengembangkan destinasi wisata kebugaran. Jadi wisata packrafting mewakili olahraga, melihat pemandangan sawah untuk menyegarkan mata dan ingatan, serta diakhiri dengan minum jamu yang tentu saja menyehatkan. Dan memang Dusun Kiringan itu pusatnya jamu gendong yang sudah melegenda,” ucapnya, Rabu (16/4/2025).

Para wisatawan istirahat sejenak sambil menikmati jamu dan makanan tradisional yang telah disediakan. (Foto: RRI/Aji Permono)

Usai beristirahat sejenak, pengunjung akan kembali melanjutkan perjalanan susur sungai. Arus sungai yang tidak terlalu deras, membuat perjalanan terasa aman.

Meski begitu, para wisatawan merasa sangat senang dengan pengalaman baru yang ditawarkan. Salah satunya yaitu Dito, wisatawan asal Kota Yogyakarta. Ia mengaku mengetahui wisata ini melalui media sosial.

Berbekal informasi tersebut, ia bersama temannya memberanikan diri untuk mencobanya. Dito pun merasa sangat senang dan tertarik untuk mencobanya kembali di lain hari.

“Ini baru pertama kali saya mengikuti packcrafting susur sungai di sini. Tadi dengan pemandu dijelaskan bagaimana cara mendayungnya, terus kalau perahunya terbalik apa yang harus dilakukan, dapat rompi, pelampung, terus pakai helm. Selama susur sungai tadi juga asyik lalu dapat minum jamu,” katanya.

Sementara itu, Dusun Kiringan sendiri merupakan sebuah desa wisata yang terkenal dengan kualitas jamu yang dihasilkan. Racikan turun temurun dari pendahulu, hingga kini masih dilestarikan.

Ketua Kelompok Giat (Pokgiat) Kiringan Sudaryanto menjelaskan, saat ini Dusun Kiringan tengah melakukan pengembangan usaha yang lebih inovatif. Tak hanya menikmati jamu, para pengunjung nantinya juga akan diajak untuk belajar mengenai proses pembuatan jamu.

“Kami akan mengadakan pengembangan wisata dengan lahan dari pekarangan masyarakat Dusun Kiringan untuk edukasi jamu, pengenalan tanaman jamu, pembuatan camping ground, serta kegiatan-kegiatan lain yang menunjang untuk wisata alam,” ujarnya.

Untuk menikmati wisata kebugaran ini, pengunjung akan ditawarkan dua opsi yakni long trip atau short trip. Untuk long trip, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar 150 ribu rupiah dengan jarak tempuh sepanjang lima kilometer. Sementara untuk short trip sepanjang dua kilometer, biaya yang harus dikeluarkan hanya sebesar Rp125 ribu. (aji/par)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....