Seni Kain Shibori Mengena di Hati Masyarakat Indonesia

  • 31 Agt 2026 07:25 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Shibori merupakan teknik pewarnaan kain tradisional asal Jepang yang melibatkan proses melipat, mengikat, melilit, atau menjepit bahan tekstil sebelum dicelupkan ke dalam cairan pewarna. Kata "shibori" berasal dari kata kerja shiboru yang berarti memeras, menekan, atau menggulung kain hingga menghasilkan motif yang unik, organik, dan tidak pernah persis sama antara satu kain dengan kain lainnya.

Popularitas shibori terus meroket di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia berkat estetikanya yang tinggi. Masyarakat Indonesia dikenal menggemari produk fesyen yang memiliki sentuhan seni kriya buatan tangan atau handmade dan keunikan corak abstrak yang dihasilkan memberikan kesan eksklusif bagi setiap orang yang mengenakannya.

Teknik shibori memiliki kemiripan filosofi dan visual dengan teknik jumputan atau sasirangan lokal yang sudah akrab lebih dulu. Kedekatan rumpun visual inilah yang membuat masyarakat Indonesia dapat menerima seni tekstil asal Negeri Sakura tersebut.

Teknik shibori yang berasal dari Jepang untuk menghasilkan warna yang unik (Foto:Pexels/Teona Swift)

Daya tarik lain dari kain shibori terletak pada fleksibilitas penggunaannya yang amat luas di industri tekstil tanah air. Kain bermotif khas ini kerap disulap menjadi beragam jenis pakaian mulai dari pakaian santai rumah, outer kasual, hingga busana pesta yang elegan.

Perkembangan tren kriya tekstil ini juga didorong oleh tingginya antusiasme komunitas kreatif yang sering mengadakan pelatihan mandiri di berbagai kota. Melalui kegiatan workshop tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga dapat belajar langsung cara melipat dan mencelup kain menjadikan shibori sebagai hobi produktif sekaligus peluang bisnis yang menjanjikan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM).

Ketertarikan publik turut diperkuat oleh gerakan fesyen berkelanjutan yang mengutamakan penggunaan bahan ramah lingkungan serta pewarna alami. Banyak perajin lokal di Indonesia memilih mengaplikasikan pewarna botani seperti daun indigo untuk menciptakan warna biru klasik pada kain shibori.

Di tengah maraknya produk tekstil cetak pabrikan yang serba instan, kehadiran shibori menawarkan nilai autentisitas yang dirindukan banyak orang. Setiap helai kain menyimpan cerita ketelatenan tangan perajin melalui ikatan tali dan jepitan kayu yang presisi.

Atiek Shibori, seorang pegiat dan praktisi terkemuka seni kriya tekstil, pernah menyampaikan dalam perbincangan dengan RRI mengenai perkembangan seni ini. "Shibori bukan sekadar proses mencelup warna ke selembar kain, melainkan sebuah bentuk kesabaran yang menghadirkan keindahan dari pola buatan tangan,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....