Inovasi Wedang Uwuh Djewery, Minuman Herbal Nusantara Tembus Pasar Kafe

  • 16 Agt 2026 18:24 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta — Di tengah gempuran minuman modern yang mendominasi selera anak muda, wedang uwuh terus bertahan dan bertransformasi. Salah satu produsen yang berhasil beradaptasi adalah Wedang Uwuh Djewery yang konsisten mempertahankan bahan herbal murni sekaligus menyesuaikan produk dengan tren pasar.

Pemilik Wedang Uwuh Djewery Agus Nuryanto menjelaskan bahwa racikannya memanfaatkan 11 jenis bahan herbal dengan takaran terukur guna menghasilkan cita rasa khas. Komposisinya meliputi jahe sebagai bahan utama, kayu manis, serai, lada, daun cengkeh, kapulaga, pala, serta gula batu kristal.

“Djewery ada bahan pala dan kapulaga yang menjadi pembeda utama dari produk wedang uwuh lainnya di pasaran,” katanya saat diwawancarai di Pro 2 RRI Yogyakarta, Minggu 16 Agustus 2026.

Untuk menjaga kualitas dan higienitas, proses produksi dilakukan secara cermat. Bahan-bahan dicuci, dikeringkan, lalu dioven sebelum dikemas dalam wadah plastik transparan agar konsumen dapat melihat langsung kebersihan produk.

"Kami mencoba membangun pandangan bahwa wedang uwuh itu bukan uwuh atau sampah, jadi harus bersih, dan kemasan bening ini membuktikannya secara langsung kepada pembeli," ucapnya.

Agus menilai generasi muda tetap menjadi pasar potensial bagi minuman tradisional selama disajikan secara menarik. Ia mencontohkan penyajian wedang uwuh siap minum di kafe yang terbukti mampu tampil modern tanpa menghilangkan identitas aslinya.

“Kalau tampilannya eksklusif atau bergaya kekinian, barangkali konsumen menjadi tertarik juga. Jadi memang target pasar itu perlu dipikirkan,” ujarnya.

Saat ini sekitar 80 persen penjualan Wedang Uwuh Djewery mengandalkan sistem konsinyasi di 60 toko oleh-oleh kawasan Yogyakarta dan Malioboro. Selain itu, pemasaran juga diperluas melalui media sosial, lokapasar (marketplace), serta jaringan penyalur (reseller).

Meskipun peluang ekspor mulai terbuka, Agus memilih untuk tetap fokus memperkuat pasar lokal sembari menyiapkan inovasi kemasan sesuai standar internasional. Langkah ini diambil agar minuman tradisional ini tetap relevan bagi generasi muda tanpa kehilangan nilai autentiknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....