Arini Butik Hadirkan Batik Ecoprint Handmade Bernilai Seni Tinggi

  • 29 Jul 2026 09:55 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul - Di tengah berkembangnya industri fesyen berbasis kearifan lokal, Arini Butik di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus menghadirkan inovasi melalui produk batik dan ecoprint yang dikerjakan secara handmade. Mengusung perpaduan antara teknik batik semi tulis, batik tulis, dan ecoprint berbahan alami, butik milik Arini ini menawarkan produk fesyen eksklusif yang menyasar pasar menengah hingga premium dengan tetap mengedepankan kualitas dan nilai seni.

Arini, owner Arini Butik, menjelaskan bahwa seluruh produk dibuat menggunakan bahan berkualitas, mulai dari katun, katun primissima, sutra, silk, viskos hingga kain paris. Menurutnya, proses pembuatan ecoprint dilakukan dengan teknik pencetakan daun secara langsung pada kain, sementara pewarnaan memanfaatkan bahan alami maupun pewarna kimia sesuai karakter produk yang dihasilkan. "Kalau ecoprint benar-benar menggunakan teknik cetak daun. Untuk pewarna alam, kami memanfaatkan rebusan daun sehingga menghasilkan warna yang alami dan memiliki karakter tersendiri," ujarnya.

Dari Bantul untuk Indonesia, Arini Butik menghadirkan busana batik dan ecoprint handmade yang memadukan warisan tradisi dengan inovasi modern.

Ia mengatakan, produk yang ditawarkan memiliki kisaran harga mulai Rp250 ribu hingga lebih dari Rp1 juta. Harga tersebut sebanding dengan proses pengerjaan yang sebagian besar dilakukan secara manual sehingga setiap produk memiliki keunikan yang tidak dapat disamakan dengan produksi massal. "Produk kami memang menyasar segmen menengah ke atas karena hampir seluruh prosesnya dikerjakan secara handmade. Untuk batiknya menggunakan teknik semi tulis maupun batik tulis, sedangkan ecoprint juga dikerjakan secara manual," katanya.

Selain mengandalkan penjualan di butik, Arini aktif memperkenalkan produknya melalui berbagai pameran berskala nasional. Selama beberapa tahun terakhir, ia telah mengikuti pameran di Jakarta, Bali, Medan, hingga Batam. Di Yogyakarta, Arini Butik juga dipercaya tampil dalam sejumlah agenda internasional, seperti kegiatan G20, ASEAN Summit di Hotel Tentrem, pameran di Hotel Jiwa Marriott, serta berbagai kegiatan promosi produk UMKM lainnya. Pemasaran juga dilakukan secara digital melalui media sosial TikTok dan Instagram dengan menggunakan merek dagang Arini yang telah terdaftar sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Arini Butik menghadirkan batik tulis, batik semi tulis, dan ecoprint handmade dengan sentuhan kearifan lokal, bahan berkualitas, serta proses penuh ketelitian. (Foto: RRI/HE)

Keunikan lain yang dikembangkan Arini adalah inovasi bertajuk "Ekotik", yakni perpaduan antara teknik ecoprint dan batik tulis dalam satu lembar kain. Proses pembuatannya dilakukan melalui dua tahapan, dimulai dari pencetakan motif daun menggunakan teknik ecoprint, kemudian dilanjutkan dengan pengerjaan batik tulis secara manual. Proses yang rumit membuat produk ini memiliki nilai eksklusif sekaligus menjadi salah satu koleksi unggulan Arini Butik. "Ekotik merupakan karya yang jarang ditemui karena melalui dua kali proses pengerjaan. Setelah ecoprint selesai, kain masih harus dibatik menggunakan teknik batik tulis. Itulah yang membuat hasilnya unik dan memiliki nilai seni tinggi," ucapnya.

Arini mengungkapkan, usaha yang dirintisnya bermula dari kegemarannya mendesain pakaian. Namun, titik balik terjadi saat pandemi COVID-19, ketika aktivitas masyarakat lebih banyak dilakukan dari rumah. Kondisi tersebut mendorongnya untuk mempelajari teknik ecoprint secara serius melalui pelatihan bersama mentor dari Jakarta hingga akhirnya mampu mengembangkan produk secara mandiri. Dalam kurun waktu sekitar lima hingga enam tahun, Arini Butik berkembang pesat dan mulai mengikuti berbagai fashion show serta pameran di berbagai daerah.

Arini Butik menghadirkan batik tulis, batik semi tulis, dan ecoprint handmade dengan bahan berkualitas serta pewarna alami, menciptakan karya eksklusif yang memadukan kearifan lokal, inovasi, dan keindahan dalam setiap helai kain. (Foto: RRI/HE)

Seluruh proses produksi dilakukan secara mandiri di rumah produksinya yang berlokasi di Plembutan, Kalurahan Canden, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul. Arini memilih mempertahankan sistem produksi sendiri agar kualitas setiap produk tetap terjaga. Meskipun telah menerima berbagai tawaran untuk membuka cabang maupun menghadirkan gerai di lokasi strategis seperti bandara, ia mengaku masih ingin fokus mengembangkan kualitas produk dan mempertahankan karakter eksklusif yang dimiliki Arini Butik.

Melalui perpaduan antara warisan budaya batik dan inovasi ecoprint, Arini berharap produknya tidak hanya menjadi busana bernilai estetika tinggi, tetapi juga mampu memperkenalkan kekayaan kriya Indonesia kepada pasar yang lebih luas. Dengan mengedepankan kualitas, kreativitas, serta sentuhan handmade di setiap proses produksi, Arini Butik optimistis dapat terus berkembang sebagai salah satu pelaku industri fesyen lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....