Perjuangan Kresno Galeri Bangkit dari Keterpurukan Usaha saat Pandemi

  • 29 Jul 2026 09:45 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kirab dan Bazar Syukur Nyawiji Projo digelar di Teras Malioboro 2 hingga Plataran Senopati, Selasa 28 Juli 2026, menjadi ajang bagi pelaku UMKM Daerah Istimewah Yogyakarta untuk bangkit dari keterpurukan usaha akibat pandemic COVID-19. Salah satu peserta, Sukresnowati, pemilik Kresno Galeri asal Kulon Progo, membagikan perjalanan usahanya yang sempat nyaris gulung tikar.

Sukresnowati mengaku, usaha batik dan kerajinan tangan yang dirintisnya sejak 2013 itu sempat terpuruk parah saat pandemic melanda. Sebagian besar produknya yang biasa digunakan untuk souvenir, seragam event, dan seragam dinas kehilangan pasar lantaran toko-toko mitra bisnis tutup.

“Yang di toko-toko juga barangnya 70 persen dikembalikan. Tapi belum bisa tagihan, tokonya kan tutup,” katanya.

Di tengah situasi sulit itu, Sukresnowati memilih banting setir dengan menjual berbagai kebutuhan lain seperti masker dan daster, serta membantu memasarkan gudeg manggar milik rekannya. Usahanya membuahkan hasil, ia bahkan sempat menerima bonus karena tercatat sebagai salah satu marketing dengan penjualan tertinggi.

“Saya waktu itu, tidak jual masker ada yang pesan masker, tidak jual daster ada yang pesen daster,” ujarnya.

Saat ini, kondisi usaha Kresno Galeri berangsur pulih. Sukresnowati menyebut usahanya kini menjadi binaan Bank Indonesia dan rutin mengikuti pameran hampir setiap bulan, mulai dari HUT Dekranas di Makassar hingga pameran di Jakarta Convention Center.

“Harapannya semakin dikenal, menemukan market yang lebih luas,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sukresnowati juga mengenakan batik motif terbaru khas Kulon Progo bernama Songsong Agung Ambar Arum, yang menurutnya bermakna kepemimpinan yang mengayomi masyarakat agar dapat bertumbuh secara optimal.

Sementara itu, kehadiran wisatawan turut menjadi bukti bahwa acara ini berhasil memperluas jangkauan pasar produk UMKM lokal. Melsi, pengunjung asal Jakarta yang tengah berlibur di Yogyakarta, mengaku mengetahui produk-produk UMKM yang tidak dijual di toko besar maupun supermarket berkat acara tersebut.

“Saya jadi tau produk-produk lokal yang tidak dijual di toko-toko besar maupun supermarket,” kata Melsi.

Melsi menambahkan, penampilan kesenian dalam rangkaian kirab turut membuat acara ini berkesan baginya. Ia berencana kembali menghadiri acara serupa apabila digelar tahun depan. (Hendrawan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....