Pasar Buku Taman Pintar Hanya Ramai Musiman

  • 20 Jul 2026 17:04 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pasar Buku Taman Pintar Yogyakarta mengalami peningkatan penjualan buku pelajaran sekolah menjelang tahun ajaran baru 2026. Momen masuk sekolah menjadi periode paling ramai bagi pedagang buku di kawasan Jalan Panembahan Senopati, Yogyakarta, setelah penjualan toko buku fisik mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir akibat perubahan perilaku konsumen yang semakin banyak beralih ke belanja online.

Menjelang tahun ajaran baru, permintaan terhadap buku pelajaran sekolah, buku persiapan masuk sekolah, hingga buku calistung (baca, tulis, dan berhitung) mengalami peningkatan. Namun, setelah periode tersebut berakhir, aktivitas pembelian di toko buku fisik kembali mengalami penurunan karena sebagian masyarakat memilih membeli buku melalui platform digital yang menawarkan harga lebih murah.

Pedagang buku di Pasar Buku Taman Pintar Yogyakarta, Eva (38), mengatakan peningkatan penjualan terutama terjadi pada kategori buku pelajaran sekolah. Menurutnya, kondisi tersebut hanya berlangsung saat musim tahun ajaran baru.

“Kalau di tahun ajaran baru lumayan, terutama di buku pelajarannya. Ada peningkatan dibandingkan hari-hari biasanya,” ujar Eva, Senin, 20 Juli 2026.

Selain perubahan kebiasaan belanja masyarakat, kenaikan harga bahan baku seperti kertas dan plastik juga menjadi tantangan bagi keberlangsungan toko buku fisik. Pedagang harus menghadapi biaya operasional yang meningkat, sementara margin keuntungan tetap terbatas karena diskon dari penerbit hanya sekitar 30 persen dan buku kembali dijual dengan potongan harga sekitar 20–25 persen.

Meski persaingan dengan toko online semakin kuat, sebagian masyarakat masih memilih membeli buku secara langsung di Pasar Buku Taman Pintar. Salah satunya Niken (34), warga Yogyakarta, yang kembali datang ke toko buku tersebut untuk mencari buku persiapan masuk sekolah dasar (SD) dan buku calistung untuk anaknya.

Niken memilih membeli buku secara langsung karena dapat melihat kondisi dan isi buku sebelum membeli. Selain itu, ia juga ingin mendukung keberadaan pedagang buku lokal di tengah maraknya peredaran buku bajakan melalui platform online.

“Kalau online memang lebih murah, tetapi kita tidak bisa melihat isinya terlebih dahulu. Kalau ternyata tidak sesuai, kita juga kecewa,” ujar Niken.

Keberadaan Pasar Buku Taman Pintar Yogyakarta menunjukkan bahwa toko buku fisik masih memiliki peran penting di tengah perkembangan belanja digital. Terutama pada momentum tahun ajaran baru, masyarakat masih membutuhkan layanan langsung untuk memilih buku pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Ke depan, keberlangsungan toko buku fisik akan sangat bergantung pada minat baca masyarakat, dukungan terhadap pedagang lokal, serta kemampuan toko buku beradaptasi dengan perubahan kebiasaan belanja di era digital. (Hendra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....