Dari Pisang Legit ke Dimsum, Perjalanan Usaha Arif Bangkit Pascapandemi

  • 19 Jul 2026 16:28 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo – Perjalanan usaha yang dijalani Arif menjadi bukti bahwa ketekunan dan kemampuan beradaptasi mampu membawa peluang baru. Sebelum pandemi COVID-19, Arif sempat menjalankan usaha Pisang Legit di kawasan Wates, tepatnya di pusat kota. Namun, usahanya terpaksa berhenti akibat dampak pandemi COVID-19.

Setelah itu, Arif memutuskan kembali ke kampung halamannya di Plered untuk melanjutkan usaha. Namun, lokasi yang lebih jauh membuat biaya pengiriman produk menjadi lebih mahal sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam mengembangkan bisnis pisang Legit.

wisatawan pantai Mlarangan saat membeli dimsum mas Arif, Minggu 19 Juli 2026. (Foto:RRI/Rini)

Tidak menyerah, Arif kemudian beralih memproduksi dimsum. Menurutnya, produk ini memiliki nilai lebih karena dapat diproduksi dalam jumlah banyak sekaligus dan dijual secara bertahap, sehingga lebih efisien untuk dikelola.

Pada awal merintis usaha dimsum, Arif mengandalkan pemasaran secara daring. Seiring berjalannya waktu, usahanya memperoleh surat izin usaha dari Dinas Koperasi dan UKM. Selain itu, ia juga kerap diikutsertakan dalam berbagai pameran dan kegiatan promosi sehingga produknya semakin dikenal masyarakat.

"Alhamdulillah setelah terdaftar UMKM saya sering diajak di beberapa event sehingga kini semakin dikenal," ujar Arif, Minggu 19 Juli 2026,

Kini, selain melayani penjualan secara online, Arif juga rutin berjualan di kawasan Pantai Mlarangan Asri setiap Sabtu dan Minggu. Kehadirannya di lokasi wisata tersebut menjadi salah satu strategi untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

wisatawan pantai Mlarangan saat membeli dimsum mas Arif, Minggu 19 Juli 2026. (Foto:RRI/Rini)

Dalam hari-hari biasa, omzet penjualan dimsum yang diperoleh Arif berkisar antara Rp300.000 hingga Rp400.000 per hari. Saat musim liburan sekolah, jumlah pengunjung yang meningkat turut mendongkrak penjualannya. Bahkan pada masa libur Lebaran, Arif memilih berjualan secara penuh (full) selama sepekan, dengan omzet yang bisa mencapai sekitar Rp700.000 per hari.

Berkat kerja keras, inovasi, dan kegigihannya dalam membaca peluang pasar, usaha dimsum yang dirintis Arif kini mampu memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa keterpurukan akibat pandemi dapat dihadapi dengan semangat beradaptasi dan keberanian memulai usaha baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....