Difabel Zone Indonesia Buktikan Kemandirian Ekonomi di Inacraft Festival 2026

  • 16 Jul 2026 15:50 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Keterbatasan fisik bukan halangan untuk memperoleh kesempatan kerja. Komunitas Difabel Zone Indonesia membuktikan karya berkualitas mereka dalam ajang International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) Festival 2026.

Apresiasi datang dari salah satu pengunjung Syifa (23) atas kualitas produk dari Difabel Zone Indonesia. Menurutnya, keberadaan komunitas ini dalam INACRAFT Festival 2026 dapat membantu penyandang disabilitas untuk memperkenalkan karya mereka ke masyarakat yang lebih luas.

“Saat ini banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang harus mendorong keberlanjutan dan juga memberdayakan masyarakat,” katanya di INACRAFT Festival 2026 pada Rabu, 15 Juli 2026.

Keikutsertaan Difabel Zone Indonesia dalam INACRAFT Festival 2026 menjadi ajang untuk membuktikan bahwa karya yang dihasilkan penyandang disabilitas memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk kerajinan lainnya. Penyandang disabilitas yang tergabung dalam komunitas ini terlibat dalam berbagai proses produksi, mulai dari membatik hingga mengolah kain menjadi barang jadi seperti tas, dompet, dan pakaian.

Anggota Difabel Zone Indonesia Mulyani (51) mengatakan bahwa komunitas ini lahir dari kesulitan penyandang disabilitas dalam mencari pekerjaan setelah mengikuti kursus membatik di Pusat Rehabilitasi Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM) Yogyakarta. Pengajar kursus Lidwina Wurie kemudian berinisiatif mendirikan Difabel Zone Indonesia pada 2016.

Mulyani menambahkan bahwa Difabel Zone Indonesia membuka kesempatan bagi dirinya dan sesama penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi.

“Dulunya di rumah tidak bisa apa-apa, setelah adanya komunitas ini kita dapat keterampilan dan upah,” katanya.

Dalam INACRAFT Festival 2026 yang digelar pada 15 hingga 19 Juli 2026 di Jogja Expo Center (JEC), produk Difabel Zone Indonesia dipasarkan dengan harga mulai dari Rp50.000 sampai Rp1.000.000. Melalui berbagai karya kerajinan tersebut, komunitas ini membuktikan bahwa penyandang disabilitas mampu menghasilkan produk berkualitas yang layak bersaing di pasar. (Fitriana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....