Jogja Coffee Week Hadir Usung Inclusive Vibes Mendunia
- 04 Jul 2026 12:38 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Ajang kopi terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jogja Coffee Week 2026, kembali digelar dengan skala yang lebih besar pada penyelenggaraan keenamnya. Mengusung tema "Inclusive Vibes", festival ini menjadi bagian dari visi jangka panjang untuk menjadikan Yogyakarta sebagai etalase kopi Indonesia di mata dunia. Tema tersebut mencerminkan semangat keterbukaan, keberagaman, dan kolaborasi yang selama ini menjadi ciri khas budaya ngopi di Tanah Air.
Hal tersebut disampaikan CEO Jogja Coffee Week, Rahardi Saptata Abra, dalam konferensi pers yang berlangsung di Loman Park Hotel, Jumat 3 Juli 2026. Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk kopi, tetapi juga ruang bertemunya berbagai elemen dalam ekosistem industri kopi, mulai dari petani, roaster, barista, pelaku usaha, hingga pecinta kopi dari berbagai daerah dan negara.
Abra menjelaskan, tema "Inclusive Vibes" dipilih untuk menegaskan bahwa budaya kopi merupakan ruang yang terbuka bagi semua kalangan tanpa memandang usia, profesi, maupun latar belakang. Menurutnya, kopi memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai komunitas sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi yang berdampak positif bagi perkembangan industri. "Jogja Coffee Week ingin menjadi ruang yang menyatukan semua kalangan tanpa batas usia, latar belakang, maupun profesi. Kopi menjadi medium yang mempertemukan berbagai komunitas dan ekosistem," ujarnya.
Pada tahun ini, Jogja Coffee Week akan menghadirkan sekitar 179 booth exhibitor yang berasal dari berbagai sektor industri kopi. Peserta pameran meliputi pelaku usaha kopi, produsen alat dan mesin kopi, penyedia bahan baku, hingga berbagai industri pendukung lainnya. Kehadiran sejumlah peserta internasional juga diharapkan semakin memperkuat posisi festival ini sebagai salah satu agenda kopi berskala internasional di Indonesia.
Selain pameran, penyelenggara juga menyiapkan berbagai kompetisi bergengsi dalam rangkaian JAWARA Coffee Competition 2026. Kompetisi tersebut meliputi Green Bean Competition, Brewers Competition, Cup Taster Competition, Latte Art Competition, hingga Mixology Competition yang akan mempertemukan para pelaku industri kopi terbaik dari berbagai daerah. Tak hanya itu, Fun Roasting Coffee Competition (FRCC) yang digagas Tan N Black kembali digelar sebagai wadah bagi para roaster untuk mengasah kemampuan, berbagi pengalaman, serta memperluas jejaring bisnis.
Dari sisi hiburan, festival ini menghadirkan program Coffeetainment yang akan dimeriahkan musisi Panji Sakti. Pengunjung juga dapat mengikuti sesi Caffeetalk, yaitu forum diskusi yang menghadirkan para praktisi, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas berbagai isu strategis mengenai perkembangan kopi, inovasi, hingga tantangan industri di masa depan.
Salah satu program unggulan tahun ini adalah Indonesia Coffee Business Summit (ICBS) yang diselenggarakan bersama Asosiasi Kopi Indonesia. Forum yang diketuai Eureka Bastian tersebut akan berlangsung di Yudistira Hall mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. ICBS menghadirkan seminar, business matching, forum investasi, serta mempertemukan buyer, investor, dan pelaku industri kopi dari berbagai daerah maupun mancanegara. Penyelenggara menargetkan sekitar 300 peserta internasional serta ratusan pertemuan bisnis yang diharapkan membuka peluang kerja sama baru bagi industri kopi Indonesia.
Melalui tema "1 Dekade Indonesia Coffee Showcase", Jogja Coffee Week juga ingin memperkuat posisi Yogyakarta sebagai pusat referensi dan kurasi perkembangan industri kopi nasional. Berdasarkan survei internal penyelenggara yang mengacu pada data Google Maps, terdapat lebih dari 7.000 destinasi ekosistem kopi di Yogyakarta, mulai dari kedai kopi, kafe, roastery, hingga berbagai pelaku industri pendukung lainnya. Potensi tersebut dinilai menjadi modal besar untuk memperkuat daya tarik Yogyakarta sebagai salah satu destinasi kopi unggulan di Indonesia.
Abra optimistis penyelenggaraan Jogja Coffee Week 2026 akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri kopi nasional sekaligus memperluas jejaring bisnis di tingkat global. Dengan memadukan pameran, kompetisi, edukasi, forum bisnis, hingga hiburan dalam satu rangkaian acara, festival ini diharapkan mampu memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar internasional. "Kami ingin Jogja Coffee Week tidak hanya menjadi festival kopi, tetapi juga menjadi penggerak kolaborasi yang memperkuat ekosistem serta membawa kopi Indonesia semakin dikenal di dunia," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....