Hari Kewirausahaan Nasional Dorong Kolaborasi UMKM DIY
- 28 Jun 2026 06:31 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Peringatan Hari Kewirausahaan Nasional 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diisi dengan talkshow bertema "Kewirausahaan Baru, Ekonomi Tumbuh: Kolaborasi UMKM, Industri Kreatif dan Sport Tourism untuk DIY". Kegiatan ini diselenggarakan di Teras Malioboro Yogyakarta, Sabtu, 27 Juni 2026 menjadi ruang diskusi bagi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM, pengembangan industri kreatif, dan sektor sport tourism yang terus berkembang.
Dalam forum tersebut disampaikan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi fondasi utama perekonomian DIY. Oleh karena itu, pelaku UMKM didorong untuk terus meningkatkan kapasitas, daya saing, dan inovasi agar mampu naik kelas serta beradaptasi dengan perubahan pasar. Kehadiran sport tourism melalui rangkaian Sibakul Sport Fest 2026 juga dinilai membuka peluang baru bagi lahirnya wirausaha muda yang kreatif sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di Yogyakarta.

Praktisi UMKM dan Ekonomi Kreatif, Minni Gunawan, S.E., menegaskan bahwa kolaborasi menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat akan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas peluang usaha baru.
"Peran strategis Dinas Koperasi dan UKM DIY bersama DPRD DIY adalah terus menumbuhkan kreativitas, keberanian menciptakan peluang, membangun kemandirian, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Dari Yogyakarta, semangat kewirausahaan ini terus tumbuh dan menginspirasi Indonesia," ujarnya.

Anggota DPRD DIY, Imam Priyono D. Putranto, S.E., M.Si., turut menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pengembangan kewirausahaan tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan pemerintah, DPRD, pelaku usaha, komunitas olahraga, akademisi, hingga penyelenggara berbagai event agar mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas. "Kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci untuk memperkuat ekonomi daerah dan membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Race Organizer My Race, Rostian Gamananda, menjelaskan bahwa tren sport tourism saat ini menjadi salah satu sektor pariwisata yang memiliki prospek besar di Yogyakarta. Berbagai ajang olahraga dinilai tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan UMKM, industri kreatif, perhotelan, kuliner, hingga jasa transportasi. "Sport tourism harus terus dikembangkan karena memiliki potensi besar dalam meningkatkan perputaran ekonomi di DIY," katanya.

Selain membahas penguatan kolaborasi, forum tersebut juga menyoroti keberadaan Teras Malioboro sebagai simbol transformasi ekonomi kerakyatan yang terus berkembang. Dengan memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan pelaku industri kreatif, Yogyakarta diharapkan mampu melahirkan semakin banyak wirausaha baru yang inovatif, memperkuat daya saing daerah, serta menjadikan ekonomi kerakyatan sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....