Pelatihan Olahan Tenggiri Tingkatkan Kreativitas dan Gizi Warga

  • 06 Jun 2026 11:01 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo - Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pelatihan alih teknologi informasi berbasis olahan ikan tenggiri di Desa Kauman, Kalurahan Bendungan, Kabupaten Kulon Progo, Jumat 5 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh anggota PKK setempat dengan tujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk pangan yang bernilai tambah.

Pelatihan tersebut turut didampingi oleh Wakil Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY), Hifni Muhammad Nasikh, SE, MBA. Dalam kesempatan itu, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik pengolahan ikan tenggiri menjadi berbagai produk makanan yang dapat dikembangkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM).

Suasana pelatihan olahan ikan tenggiri di Desa Kauman berlangsung hangat dan penuh antusiasme. (Foto: Minni Gunawan)

Hifni Muhammad Nasikh mengatakan bahwa peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan baku pangan sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha baru. “Penambahan ilmu dalam mengolah bahan baku menjadi produk yang beragam sangat dibutuhkan, baik bagi ibu rumah tangga maupun pelaku UMKM, agar dapat menyajikan makanan yang lebih bervariasi dan bergizi,” ujarnya.

Menurutnya, potensi hasil perikanan di daerah perlu dimanfaatkan secara optimal melalui inovasi produk yang menarik dan memiliki nilai jual. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga berpeluang meningkatkan pendapatan melalui usaha pengolahan pangan berbasis ikan.

Anggota PKK Desa Kauman mempraktikkan pembuatan bola-bola keju dan stik ikan tenggiri dalam pelatihan yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. (Foto: Minni Gunawan)

Sementara itu, mentor UMKM DIY, Minni Gunawan, menekankan pentingnya kreativitas dalam mengembangkan produk olahan pangan. Ia menjelaskan bahwa inovasi menjadi salah satu kunci agar produk UKM mampu bersaing dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi di pasaran. “Menjadi pelaku UKM harus kreatif dalam menciptakan produk agar memiliki nilai ekonomi yang lebih baik dan mampu menarik minat konsumen,” katanya.

Minni juga mengingatkan bahwa aspek gizi tidak boleh diabaikan dalam pengembangan produk pangan. Menurutnya, ikan tenggiri merupakan bahan baku yang kaya nutrisi dan sangat baik untuk dikonsumsi. “Produk olahan ikan tenggiri mengandung berbagai zat gizi penting seperti protein, asam lemak omega-3, vitamin B12, dan selenium yang bermanfaat bagi kesehatan,” ucapnya.

Pelatihan tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta. Warga menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sejumlah peserta mengaku akan segera mempraktikkan keterampilan yang diperoleh untuk menyajikan lauk bergizi bagi keluarga, sekaligus mempertimbangkan peluang usaha dari produk olahan ikan tenggiri yang telah dipelajari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....