Mantan Dosen Banting Setir ke Kuliner, Sukses Bangun Usaha Kuliner di Yogyakarta
- 03 Jun 2026 07:55 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Usaha bernama Quanta milik Retno Noordiwati dan suaminya, Wijang Indartono, seorang mantan dosen perguruan tinggi swasta. Berawal dari usaha warung makan sederhana sebelum akhirnya berkembang menjadi produsen pie susu dan catering. Retno menjelaskan, pie susu itu awalnya hanya dibuat iseng sambil menunggu pesanan warung datang, tetapi kemudian justru lebih diminati pelanggan hingga akhirnya diproduksi serius dan dikemas untuk dijual.
Sebelumnya, perjalanan usaha Quanta yang sempat sukses di daerah Jawa Timur melewati perubahan arah usaha dari bisnis fashion ke kuliner setelah pasangan ini memutuskan pulang ke Yogyakarta untuk merawat orang tua. Setelah evaluasi usaha fashion yang tak berkembang seperti diharapkan, mereka banting setir ke kuliner dan perlahan membangun kembali usaha dari nol di Yogyakarta.
Produk utama Quanta saat ini adalah pie susu dengan menonjolkan karakter yang berbeda dari pie susu yang umum beredar di pasaran. Wijang menjelaskan, produk mereka dibuat lebih tebal untuk membedakan diri dari pie susu Bali yang cenderung tipis.
“Karena penggemar pie susu itu tidak selalu pie susu A yang dicari. Mereka punya selera yang beda-beda juga. Nah kita mengedepankan untuk menghadapi tantangan tadi. Pie susu kita beda dengan pae susu yang banyak dipasang. Orang lebih kenal pie susu Bali kan ya, nah itu kan tipis-tipis mbak, punya kita tebal”, kata Wijang
Pasangan ini juga menegaskan komitmen pada bahan aman dan produk halal. Mereka menyebut telah memiliki 120 item produk yang tersertifikasi halal, bekerja sama sekaligus rutin mendapat monitoring dari Dinas Kesehatan serta BPOM untuk memastikan proses pengolahan pangan tetap aman bagi konsumen.
UMKM Quanta milik Retno Noordiwati dan Wijang Indartono merasakan manfaat langsung dari program pembinaan yang melibatkan BRI. Pasangan ini mengatakan mereka mengikuti pelatihan inkubator setelah mendapatkan informasi dari kegiatan di UGM yang juga menghadirkan materi dari BRI Incubator, lalu masuk ke program pendampingan tersebut.
“Saya ikut itu aja, pelatihan-pelatihan inkubatornya mulai dari pemasarannya kemudian dari sisi produksinya, keuangan itu semuanya lengkap mulai dari digital marketingnya mengajarkan semua”, ucap Retno
Dirinya mengaku juga mengikuti seleksi BRI Incubator dan berhasil memenangkan hadiah bantuan finansial yang ia gunakan untuk mengembangkan bisnisnya. “Alhamdulillah kayak dari BRI Incubator kemarin kan dapet hadiah ya mbak, kompetisi dapet hadiah itu ya lumayan kita bisa bisa untuk pengembangan kadang-kadang kita belikan alat”, kata Retno. (Aryasena)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....