Kisah Djoen Leather Merintis Bisnis: Usaha Itu Gampang, Dipercaya Orang yang Sulit
- 21 Mei 2026 17:42 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Berangkat dari lulusan Akademi Teknologi Kulit (ATK) pada 1999 Harjuno Wiwoho membangun bisnisnya dari pengalaman bekerja ikut orang hingga mampu merintis usaha sendiri dengan modal Rp4,3 Juta. Berbagai posisi pernah dijalani, mulai dari desain, produksi hingga pengembangan produk, namun baginya kunci keberhasilan sebuah usaha bukan hanya modal, melainkan kepercayaan kepada customer dan supplier.
Pemilik Usaha Djoen Leather, Harjuno Wiwoho mengatakan bahwa dengan modal yang terbatas ia mengaku tidak mudah menjalankan bisnis sejak 2015 hingga saat ini. Namun, berkat membangun relasi yang baik dengan pemasok bahan baku dan pelanggan menjadi salah satu alasan usahanya menjadi sukses hingga saat ini.
“Kalau ada orderan tapi belum ada modal, kita minta ke supplier mereka akan kirim, karena mereka percaya, yang penting itu pembayaran jangan telat dan komunikasi harus dijaga. Usaha itu gampang yang sulit dipercaya orang, kalau customer sudah percaya, mereka pasti akan kembali,” katanya.
Menurutnya, kepercayaan menjadi alasan mengapa usahanya mampu bertahan, bahkan di tengah tantangan termasuk saat pandemic Covid-19. Alih-alih mengalami penurunan karena Covid-19, usaha miliknya justru tetap memperoleh pesanan hingga dapat mengirimkan produk ke Korea Selatan.
Selain menjaga hubungan baik dengan pelanggan ia juga menanamkan kepercayaan di lingkungan internal usaha. Ia menegaskan tidak ingin menunda pembayaran gaji bekerja, karena hal tersebut dapat memengaruhi kenyamanan di lingkungan usahanya.
Tak hanya berorientasi pada keuntungan saja, tentunya usaha miliknya membuka peluang lapangan pekerjaan bagi warga sekitarnya. Selain karena ada target produk yang harus dicapai, ia tetap meyakini bahwa fondasi utama keberhasilan karyawan adalah ingin belajar bersama, mulai yang tadinya tak bisa membuat tas dari kulit hingga akhirnya mampu membuat tas dari kulit.
Salah satu pegawai Djoen Leather sekaligus tetangga, Ana menceritakan awal mula dirinya bekerja di Djoen Leather bermula dari ajakan orang tuanya kepada pemilik usaha. Ia melihat langsung bagaimana Djoen Leather berkembang sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar karena mayoritas pekerja di rumah produksi berasal dari lingkungan sekitar yang membutuhkan tambahan penghasilan.
“Dulu saya itu masuk tahun 2019 dan itu sangat berdampak sekali bagi perekonomian masyarakat apalagi sebagian besar karyawan rumahnya pada dekat dekat. Kalau kemarin itu pendapatan Cuma dari suami saya, terus kemudian direkrut Pak Juno. Alhamdullilah bisa membantu pendapatan di rumah,” kata Ana.
Ia menceritakan, kala pandemi Covid-19, ia sempat khawatir akan dirumahkan. Namun Djoen Leather tetap beroperasi meski dengan sistem kerja bergiliran agar seluruh pegawai tetap memperoleh pengahasilan.
Sebagai tetangga sekaligus karyawan, Ana melihat komitmen Harjuno bukan hanya mengembangkan usaha, tetapi membantu perekonomian di lingkungan sekitar melalui lapangan pekerjaan. Ke depan, ana berharap Djoen Leather terus berkembang dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. (Victorio Firsta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....