Kisah Bu Kentun Bertahan Hidup di Pantai Ngrenehan
- 18 Mei 2026 05:29 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Gunungkidul - Bu Kentun sudah puluhan tahun mencari nafkah di pantai Ngrenehan ini. Kurang lebih 32 tahun yang lalu saat anak pertamanya berusia 3 tahun dirinya bersama suami mulai mencari nafkah di pantai Ngrenehan.
Kini hanya adik dan kakak Bu Kentun yang melaut mencari ikan, karena suaminya sudah tidak kuat lagi terkena udara laut, sehingga sehari-harinya cuma bertani. "Biasanya saya memasak hasil tangkapan suami saat itu yang melaut bersama saudaranya. Sebagian hasil tangkapan dijual dan ada yang dimasak. Karena hasil masakannya cocok di lidah pengunjung wisata, sehingga dirinya mulai menerima jasa masak dan juga melayani untuk yang makan di tempat.
"Biasanya ya untuk biaya masak saru kilogram ikan Rp20 ribu seperti asam manis, bakar, lombok ijo, dibakar atau digoreng," ujarnya Minggu, 17 Mei 2026.

Diakui Bu Kentun bahwa untuk bulan ini hasil tangkapan nelayan memang sedikit dan untuk mencukupi permintaan wisatawan di Pantai Ngrenehan, ikannya di pasok dari Cilacap. "Bulan mei ini memang hasil tangkapan disini sedikit dan banyak nelayan juga yang tidak melaut, sehingga pasokan ikan nya ini sebagian dari Cilacap,"ujarnya.
Untuk menghidupi 3 anak dan 5 cucunya, hingga saat ini Bu Kentun masih terlihat kuat dan semangat menerima jasa memasak dari para wisatawan yang datang ke Pantai Ngrenehan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....