Galeri Ecoprint Mengangkat Karya Fesyen dan Kerajinan Ramah Lingkungan

  • 08 Mei 2026 13:51 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kehadiran Galeri Ecoprint di Yogyakarta menjadi angin segar bagi pelaku industri kreatif berbasis lingkungan. Galeri tersebut diinisiasi sebagai pusat promosi sekaligus agregator karya para perajin ecoprint dari berbagai komunitas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kepala Dinas PerinkopUKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo mengatakan galeri itu memiliki peran penting dalam menjaga kualitas produk ecoprint. Menurutnya, keberadaan galeri membuat produk-produk perajin dapat dikurasi sehingga standar kualitas tetap terjaga. “Kalau tidak ada galeri seperti ini, para perajin akan berjalan sendiri-sendiri dan kualitasnya belum tentu sama,” ujarnya saat ditemui Kamis, 7 Mei 2026. Ia menyebut galeri tersebut juga memiliki SOP dan quality control yang jelas bagi setiap produk yang dipasarkan.

Ketua Asosiasi Ecoprint Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (AEPI DIY), Vipia Yanuachandra menuturkan para anggota komunitas awalnya hanya penasaran dengan teknik ecoprint. Namun seiring waktu, mereka mulai mencintai seni tersebut karena memberikan pengalaman kreatif yang berbeda. “Yang kami tawarkan bukan hanya produk, tetapi juga pengalaman sebagai pelaku ecoprint di Yogyakarta,” katanya. Ia berharap generasi muda semakin tertarik mengenal dan menggunakan produk-produk ecoprint.

Pemilik galeri, Belly Angling Contessa Murni Susilowati yang akrab dipanggil Cik Belly menjelaskan produk yang dipamerkan cukup beragam, mulai dari pakaian, kain, tas hingga aksesori berbahan alami. Harga produk pun bervariasi, mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah tergantung bahan dan teknik pengerjaan. “Ada yang berbahan sutra, semi sutra sampai kain shibori, jadi harganya juga berbeda-beda,” ucapnya.

Menurutnya, ecoprint memiliki keunggulan pada motif alami yang tidak bisa dibuat sama persis antara satu produk dengan lainnya. Selain menjadi pusat penjualan, galeri tersebut juga dirancang sebagai tempat edukasi. Pengunjung nantinya dapat mengikuti workshop dan mengenal filosofi di balik motif-motif ecoprint yang dibuat dari dedaunan dan tumbuhan alami.

Dengan konsep tersebut, ecoprint diharapkan mampu menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta sekaligus memperkuat citra kota budaya yang peduli terhadap lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....