Pelatihan ATI dan Gemarikan Dorong Gizi Keluarga

  • 02 Apr 2026 23:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pelatihan Alih Teknologi dan Informasi (ATI) serta Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) digelar di wilayah Karangploso pada Kamis, 2 April 2026. Kegiatan ini menyasar kelompok ibu rumah tangga sebagai upaya meningkatkan pemenuhan gizi keluarga melalui pemanfaatan sumber daya pangan yang mudah dijangkau, khususnya ikan.

Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis terkait pengolahan hasil perikanan sekaligus mendorong pola konsumsi pangan bergizi seimbang. Para peserta mendapatkan bimbingan langsung mengenai teknik pengolahan ikan sederhana hingga bernilai ekonomis, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Wilayah Sleman, khususnya Karangploso, dinilai memiliki potensi besar dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat. Dengan karakter wilayah sebagai daerah penyangga perkotaan yang memadukan kawasan permukiman dan pertanian, pendekatan berbasis keluarga dinilai efektif untuk memperkuat ketahanan pangan mandiri.

Minni Gunawan menyampaikan materi dalam Pelatihan ATI dan Gemarikan di Karangploso, Sleman mendorong ibu rumah tangga mengolah ikan menjadi pangan bergizi sekaligus peluang usaha. (Foto: Minni Gunawan)

Kegiatan ini melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta (DISLAUTKAN DIY) bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY) Hj. Yuni Satia Rahayu. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi serta memperkuat dampak kampanye konsumsi ikan di tengah masyarakat.

Dalam sosialisasi, disampaikan bahwa ikan merupakan sumber protein yang mudah diperoleh, terjangkau, serta memiliki kandungan gizi tinggi. Konsumsi ikan secara rutin dinilai mampu meningkatkan kesehatan, kecerdasan, serta menjadi langkah strategis dalam pencegahan stunting pada anak. “Ikan sebagai salah satu komponen pemenuhan gizi memiliki banyak manfaat, mudah didapat, dan dapat diolah menjadi pangan terjangkau dengan nilai ekonomis bagi keluarga,” ujarnya.

Suasana pelatihan ATI dan Gemarikan di Karangploso, Sleman, yang diikuti ibu rumah tangga dengan antusias. (Foto: Minni Gunawan)

Sementara itu, Minni Gunawan praktisi dan mentor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) DIY menekankan bahwa kegiatan ini juga memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Ia menyebutkan bahwa pengolahan ikan dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan jika dikelola dengan baik. “Kegiatan ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga,” katanya.

Melalui pelatihan ATI dan kampanye Gemarikan ini, pemerintah daerah berharap masyarakat semakin sadar pentingnya konsumsi ikan serta mampu mengembangkan potensi usaha berbasis perikanan. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga memperkuat perekonomian keluarga secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....