Lebaran 2026, Bakpia dan Wingko Rahmat Banyak dibeli untuk Oleh-oleh
- 25 Mar 2026 15:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, KULON PROGO — Bakpia dan Wingko Rahmat menjadi salah oleh-oleh paling diminati di Kulon Progo. Hal ini terlihat dari antusiasme pengunjung yang terus meningkat untuk datang ke rumah produksi di Terbah Pengasih. Pada sebelum dan sesudah lebaran 2026, Bakpia dan Wingko Rahmat banyak diburu oleh pemudik dan keluarganya.
Salah satu pengunjung, Wijiyati Tejo Waluyo, warga Kaliagung, mengungkapkan, pihaknya telah menjadi tujuan rutin keluarganya setiap kali ada kerabat yang berkunjung dari luar kota.
"Ini lagi mengantarkan adik saya belanja dari Tangerang. Dia memang suka beli oleh-oleh di sini setiap kali pulang," ujarnya.
Daya tarik utama Bakpia Rahmat, lanjut Wijiyati, terletak pada kesegaran produk dan keberagaman pilihan rasa. Selain varian bakpia klasik, kini tersedia inovasi baru seperti bakpia ubi ungu, cokelat, Keju dan lainnya. Selain itu, juga tersedia wingko dan panganan khas lain seperti klethik-klethik.
Bakpia Rahmat juga tersedia dalam kemasan vakum yang memungkinkan produk tahan lebih lama sehingga sangat cocok untuk perjalanan jauh.
"Harganya lumayan terjangkau dan rasanya enak. Di sini yang paling lengkaplah di Kulon Progo," ucapnya.
Salah satu pelanggan, Dwi Murwanti, pemudik dari Tangerang Selatan, mengungkapkan bahwa dirinya selalu menyempatkan diri mampir ke Bakpia Rahmat setiap kali mudik.
"Ini saya membeli paket wingko dan bakpia untuk dibawa pulang," ujarnya.
Bagi Dwi, Bakpia Rahmat memiliki daya tarik tersendiri karena rasa yang Terjaga, teksturnya yang empuk dan segar. Sehingga banyak rekan dan tetangga di Tangerang Selatan yang memberikan respon positif dan merasa ketagihan setelah mencicipi oleh-oleh dari gerai ini.
Dwi mengaku telah menjadi pelanggan Bakpia Rahmad sejak lama. Meskipun harus mengantre, ia tetap memilih membeli langsung untuk memastikan kesegaran produknya.
"Harganya sangat terjangkau pastinya," ujarnya.
Pemilik usaha Bakpia Rahmat, Rahmat Sugiyanto, mengatakan, omzet penjualan meningkat hampir 75 persen dibandingkan hari biasa. Puncak kunjungan terjadi pada tiga hari terakhir.
"Alhamdulillah, kenaikan omzet hampir 75 persen. Bahkan kemarin pembeli sampai antre-antre untuk mendapatkan produk kami," ujarnya.
Menurut Rahmat, Bakpia dan wingko menjadi barang paling banyak diburu konsumen. Varian bakpia rasa original kacang hijau menjadi produk yang paling banyak dicari, disusul oleh penganan khas lain seperti klethikan dan jenang.
Pelanggan yang datang, jelasnya, berasal dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Madura, Jakarta, Cirebon, hingga Purwokerto.
"Mayoritas pelanggan tetap yang sudah berlangganan setiap tahunnya. Setiap harinya, pesanan yang tinggal diambil saja bisa mencapai 500 dus, dengan rata-rata pembelian per orang minimal 5 dus," ucapnya.
Untuk menjaga kualitas pelayanan dan memenuhi tingginya permintaan pemudik, Rahmat mengaku meningkatkan kapasitas produksinya dengan memberlakukan sistem kerja lembur. Selain itu, manajemen juga menambah tenaga kerja lepas sebanyak 60 orang, sehingga total karyawan mencapai 115 orang.
Tambahan tenaga kerja tersebut didominasi oleh warga sekitar yang sebelumnya telah diberikan pelatihan khusus. Meski demikian, Rahmat mengaku juga mendatangkan tenaga kerja tambahan dari daerah lain seperti Wonosari dan Magelang.
"Kami mengutamakan warga setempat. Sebelum puasa, mereka diberikan pelatihan gratis namun tetap dibayar, sehingga warga sekitar turut mendukung dan terlibat langsung dalam proses produksi," katanya.
Langkah ini diambil sebagai upaya, agar pelanggan tidak kecewa serta memastikan ketersediaan stok produk yang segar bagi para konsumen yang berkunjung ke Kulon Progo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....