Pedagang Dimsum Alkid Bertahan Setahun di tengah Ramai

  • 17 Mar 2026 12:27 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Suasana kawasan Alun-Alun Kidul (Alkid) Yogyakarta pada bulan Ramadan kembali dipadati pengunjung. Di tengah keramaian tersebut, para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tetap bertahan dan beradaptasi dengan dinamika pembeli, salah satunya Alex, penjual Dimsum Mentai Mamiko yang telah genap satu tahun berjualan di kawasan itu.

Alex mengungkapkan, lonjakan pembeli sangat dipengaruhi waktu, terutama selama Ramadan. Menurutnya, momen menjelang berbuka puasa menjadi waktu paling ramai karena banyak pengunjung berburu takjil. “Kalau Ramadan kayak gini, biasanya ramai sebelum buka puasa, karena orang cari takjil,” ujarnya.

Ia menambahkan, keramaian kembali meningkat setelah salat tarawih, terutama dari kalangan anak muda. “Nanti pukul 20:00 ke atas itu ramai lagi, setelah anak muda selesai tarawih,” katanya. Sementara di luar Ramadan, aktivitas jual beli cenderung stabil dan hanya mengalami peningkatan signifikan saat akhir pekan.

Dari pengamatannya selama berjualan, mayoritas pembeli berasal dari kalangan mahasiswa. Mereka biasanya datang berpasangan atau bersama teman. “Kebanyakan mahasiswa, biasanya yang datang berpasangan,” ucapnya.

Meski begitu, Alex juga melayani wisatawan dan warga lokal dengan preferensi yang beragam. Ia menyebut tidak semua pengunjung menyukai menu berbahan daging yang menjadi andalan dagangannya. “Ada juga yang nggak makan meat, mereka lebih pilih vegetable, jadi nggak semua cocok,” ujarnya.

Lapak Dinsum Mentai Mamiko di Alun-Alun Kidul Yogyakarta. (Foto: Isna Fitri Wahyuni)

Pengalaman unik juga pernah dirasakannya saat kunjungan tokoh penting ke kawasan tersebut. Ia mengaku sempat menerima rezeki tak terduga saat kunjungan wakil presiden beberapa waktu lalu. “Waktu itu ada kunjungan, per orang dikasih Rp1.200.000 di luar pembelian, itu pengalaman yang nggak terlupakan,” katanya.

Ke depan, Alex berharap para pedagang di kawasan Alkid dapat menjaga persaingan yang sehat dan saling menghargai. Ia menilai sikap dewasa antar pedagang menjadi kunci kenyamanan berjualan. “Harapannya sih semua bisa turunin ego, biar dagang tetap nyaman tanpa iri dengki,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....