Angkringan Pitulikur Kuliner Terjangkau di Ikon Tugu Yogyakarta

  • 12 Mar 2026 11:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Angkringan Kopi Josss Pitulikur menjadi salah satu tempat singgah favorit bagi pengunjung di kawasan sekitar Tugu Yogyakarta. Lokasinya yang berada di jantung kota membuat angkringan ini mudah dijangkau oleh wisatawan maupun warga lokal yang ingin menikmati suasana malam khas Yogyakarta.

Pemilik angkringan Angga, mengatakan banyak pelanggan memilih duduk di lapaknya karena jaraknya yang sangat dekat dengan ikon kota tersebut. Selain itu, area parkir yang relatif mudah dijangkau juga menjadi pertimbangan bagi para pengunjung yang datang menggunakan kendaraan. “Karena lebih dekat ke ikon Tugu, dan parkirnya juga dekat-dekat sini saja, jadi orang lebih mudah mampir,” ujarnya saat ditemui Selasa, 10 Maret 2026.

Di tengah banyaknya angkringan yang berjejer di sekitar kawasan tersebut, Angkringan Pitulikur tetap mempertahankan menu khas yang identik dengan tradisi angkringan. Kopi jos yang menjadi minuman legendaris tetap menjadi daya tarik utama bagi pelanggan yang ingin merasakan pengalaman minum kopi dengan arang panas.

Meski demikian, Angga juga menghadirkan beberapa menu tambahan untuk memberikan variasi bagi pelanggan. Beberapa di antaranya seperti nasi sambal cumi, nasi ayam suwir, hingga sate bakso pedas yang cukup diminati pengunjung. “Ada menu seperti nasi sambal cumi, nasi ayam suwir, sama sate bakso pedas juga,” katanya.

Sate hangat dari Angkringan Kopi Josss Pitulikur menjadi salah satu menu favorit yang dinikmati pengunjung di sekitar Tugu Yogyakarta. (Foto: Isna Fitri Wahyuni)

Dalam menjalankan usahanya, Angga mengungkapkan bahwa keuntungan terbesar justru berasal dari penjualan minuman. Berbagai minuman hangat seperti teh dan jahe menjadi pilihan yang cukup sering dipesan oleh pelanggan yang menikmati suasana malam di sekitar angkringan. “Kalau yang paling memberikan keuntungan biasanya dari minuman, seperti teh, jahe, dan minuman lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, untuk menentukan harga makanan seperti nasi kucing dan berbagai jenis sate, Angga mengaku mengikuti harga pasar yang berlaku di kawasan sekitar Tugu. Menurutnya, sebagian besar angkringan di daerah tersebut memiliki kisaran harga yang hampir sama sehingga tetap menjaga persaingan yang sehat antar pedagang.

Meski berada di lokasi yang sering menjadi titik pertemuan banyak orang, Angga mengaku tidak terlalu sering mendengar obrolan unik dari pelanggan. Hal itu karena sebagian besar pengunjung biasanya menikmati makanan sambil duduk lesehan bersama teman-temannya. “Kalau dari obrolan jarang dengar, soalnya biasanya pada duduk lesehan dan ngobrolnya di kelompok masing-masing,” ujarnya.

Rekomendasi Berita