Dinkop UKM Sleman Canangkan Gerakan “Borong Barang UMKM” jelang Idulfitri

  • 06 Mar 2026 00:10 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Sleman berupaya untuk meningkatkan penjualan produk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjelang Idulfitri. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong program “Borong Barang Produk UMKM Sleman”. Kepala Bidang Usaha Mikro Dinkop UKM Sleman Sri Wahyuni Budiningsih mengatakan pihaknya telah mengajukan penerbitan surat edaran kepada Bupati Sleman agar masyarakat membeli kebutuhan lebaran dari pelaku usaha lokal.

“Melalui surat edaran tersebut, kami mengimbau seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sleman untuk membeli kebutuhan lebaran dari pelaku usaha UMKM di wilayah Sleman,” ujar Wahyuni saat dikonfirmasi, Kamis, 5 Maret 2026.

Wahyuni menjelaskan imbauan tersebut tidak hanya ditujukan kepada organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga kepada berbagai lembaga swasta dan turut menyasar ke seluruh warga Sleman. Menurutnya, langkah ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menciptakan peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku UMKM, terutama menjelang momen Idulfitri yang identik dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Untuk memudahkan masyarakat mengakses produk UMKM, Wahyuni menyebut pihaknya telah menyediakan katalog digital yang dapat diakses melalui barcode maupun tautan khusus. Melalui katalog tersebut, masyarakat dapat melihat berbagai produk UMKM dari tiap kapanewon di Sleman.

“Melalui barcode atau link yang kami sediakan, masyarakat bisa melihat katalog produk UMKM di masing-masing kapanewon. Jadi mereka bisa memilih produk yang ada di wilayah terdekat atau sesuai dengan kebutuhan,” ujar Wahyuni.

Wahyuni mengatakan, gerakan Borong Barang UMKM ini diharapkan mampu memberikan wadah bagi pelaku UMKM untuk mengenalkan produk sekaligus menjual produknya. Sebab, usai adanya refocusing anggaran untuk program prioritas pemerintah, gelaran Pasar Lebaran yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya terpaksa dihentikan. Sementara itu, Wahyuni menambahkan setiap wilayah di Sleman memiliki produk unggulan yang berbeda.

Misalnya, olahan salak yang banyak diproduksi di wilayah Turi, kacang mete dari Ngemplak, hingga berbagai produk kuliner dan oleh-oleh lainnya. Wahyuni berharap program ini dapat meningkatkan omzet pelaku UMKM sekaligus mendorong mereka untuk naik kelas. Selain itu, kolaborasi antar pelaku usaha juga diharapkan semakin kuat melalui Forum Komunikasi UMKM yang telah terbentuk di tingkat kapanewon.

“Harapannya, komitmen bersama dari pemerintah dan masyarakat dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan omzetnya. Karena salah satu indikator UMKM naik kelas adalah meningkatnya penjualan produk mereka,” ucap Wahyuni.

Rekomendasi Berita