Rahasia UMKM Bolen Ny.Lien’s Sukses Bertahan Belasan Tahun di Pasar Kuliner Jogja

  • 04 Mar 2026 10:46 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di tengah persaingan ketat UMKM kuliner Jogja, Bolen Ny.Lien’s justru melesat berkat rahasia sederhana namun konsisten. Berawal dari pilihan bahan baku pisang byang mudah didapat, usaha ini kini menjelma menjadi oleh-oleh premium.

Dalam obrolan UMKM Pro2 Jogja, Senin, 2 Maret 2026, Lien Setyawati mengakui perjalanan usahanya tidak langsung terfokus pada satu produk utama. Seperti banyak pelaku UMKM lain, ia sempat menjalani konsep palugada demi bisa bertahan.

Namun ketekunan mengembangkan satu produk perlahan membentuk identitas merek yang kuat. Fokus pada bolen pisang membuat nama Ny.Lien’s semakin dikenal konsumen luas.

“Bolen ini banyak sekali trial dan error-nya ya, kira-kira yang bisa diminati oleh konsumen itu seperti apa. Karena kan kadang-kadang apa yang kita suka belum tentu disukai oleh konsumen,” ujar Lien.

Memahami standar rasa sesuai preferensi konsumen menjadi pedoman utama pengembangan produk Bolen Ny.Lien’s. Masukan tentang referensi rasa justru menjadi bahan inovasi bagi kelanjutan bagi usaha.

Belajar secara otodidak melalui kursus, Bolen Ny.Lien’s saat ini mampu bersaing dan bertahan di bisnis UMKM Kuliner sejak 2015. Dunia perhotelan yang pernah menjadi profesi Lien turut membentuk konsistensi yang menjadi kunci karakter pelayanan yang disiplin dan berorientasi kepuasan pelanggan.

Kini, selain varian bolen pisang cokelat, pisang keju, dan pisang cokelat keju, Bolen Ny.Lein’s juga menghadirkan varian bolen gurih. Inovasi berbeda hadir melalui bolen Chicken Mushroom bagi yang menyukai cita rasa gurih dan lembut.

Menurut Lien, produk bolen yang manis bisa bertahan empat hari pada suhu ruang normal. Sedangkan varian gurih aman 30 jam, dan berbulan-bulan jika disimpan beku. Untuk menjaga kualitas, ia tidak segan sering berkomunikasi dengan konsumen agar bisa memberi pelayanan terbaik.

“Kadang-kadang saya memang cerewet untuk menanyakan kapan akan dibawa atau dikudap bolennya, biar sampai di tangan konsumen nanti aman. Jangan sampai sudah beli mahal, kok sampai tempat tujuan udah nggak enak dikonsumsi,” ujarnya.

“Kami juga fokus ke konsistensi rasa dari resep, tantangannya ketika bahan-bahan naik, pasti banyak yang akhirnya mengurangi takaran bahan. Tetapi kalau saya ya jangan dikurangi, tetap aja, yang penting konsisten ada jalannya,” kata Lien.

Menanggapi tantangan persaingan harga, founder Bahana UMKM Bergerak Sleman, Tetra Budiarto mengatakan, “Makanya kan kita enggak boleh ngurangin bahan, semua punya pasar sendiri. Jangan tergiur melihat usaha yang lain patok harga murah lalu kita ikutan turun harga juga,” ujarnya.

Menurut Tetra, selain konsistensi rasa dan service excellent, pelaku UMKM juga penting memiliki banyak teman dan relasi yang bisa mendukung keberlangsungan usaha. Dengan bergabung dalam komunitas UMKM, bisa membantu menemukan peluang dan membuka akses untuk penjualan produk.

Rekomendasi Berita