Eksistensi Pasar Klithikan di tengah Modernitas

  • 04 Mar 2026 10:30 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pasar klithikan merupakan salah satu pasar tradisional yang menjual berbagai barang bekas layak pakai dengan harga terjangkau. Pasar ini dikenal sebagai tempat berkumpulnya beragam barang sisa pemakaian, mulai dari pakaian, sepatu, peralatan rumah tangga, hingga onderdil kendaraan dan barang antik.

Istilah klithikan yang berasal bahasa Jawa merujuk pada barang-barang bekas, barang antik, pernak-pernik, barang kecil-kecil atau sisa. Klithikan merupakan sebuatan untuk pasar loak atau barang bekas pada umumnya yang dikenal di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah sekitarnya.

Sesuai namanya, barang yang dijual di pasar klithikan biasanya tidak seragam dan jumlahnya terbatas, sehingga pembeli harus jeli dalam memilih. Kondisi barang umumnya dijual apa adanya, namun masih memiliki fungsi dan nilai guna.

Salah satu ciri khas pasar klithikan adalah budaya tawar-menawar yang kuat antara penjual dan pembeli. Interaksi ini menjadi daya tarik tersendiri karena pembeli bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga barang baru.

Pasar klithikan berperan penting dalam mendukung ekonomi masyarakat kecil. Banyak pedagang menggantungkan penghasilan dari penjualan barang bekas, sekaligus membantu mengurangi limbah dengan memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai.

Selain itu, pasar klithikan sering menjadi tujuan kolektor barang antik dan penggemar barang jadul. Barang-barang seperti radio tua, kamera analog, piringan hitam, hingga suku cadang lawas masih banyak diburu karena nilai historis dan estetikanya.

Dengan keunikan dan manfaat yang dimilikinya, pasar klithikan tetap bertahan di tengah maraknya pusat perbelanjaan modern. Keberadaannya tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam aktivitas jual beli yang sederhana namun bermakna.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita