Onde-Onde Mini Laris Diserbu Mahasiswa
- 04 Mar 2026 14:21 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Usaha jajanan tradisional Onde-Onde Molen Mini Depok yang berlokasi di Jalan Seturan Raya, tepat di depan Zon Biliard Sport Centre, terus menunjukkan geliat positif di tengah persaingan kuliner di Yogyakarta. Pemilik usaha Yuni, mengungkapkan bahwa bisnis tersebut telah berjalan selama dua tahun di Jogja, setelah sebelumnya dirintis selama 10 tahun di Madura. “Kalau di Jogja sudah dua tahun, sebelumnya di Madura sepuluh tahun,” ujarnya saat ditemui Selasa, 3 Maret 2026.
Mbak Yuni menjelaskan, usaha yang dikelolanya menyediakan tiga jenis jajanan utama, yakni molen, onde-onde, dan piscok. Khusus molen, terdapat tiga varian rasa, yaitu keju, pisang, dan cokelat. Produk-produk tersebut diproduksi setiap hari dengan bahan baku pilihan seperti tepung, pisang, cokelat, wijen, kacang hijau kupas, dan keju untuk menjaga cita rasa tetap konsisten.

Menurutnya, latar belakang keluarga menjadi alasan utama dirinya menekuni usaha ini. Ia menyebut usaha jajanan tradisional sudah menjadi bagian dari tradisi keluarganya sejak lama. “Karena memang dari keluarga semuanya usahanya seperti ini semua,” katanya. Pengalaman panjang tersebut menjadi modal penting dalam menjaga kualitas rasa di tengah ketatnya persaingan.
Dari sisi penjualan, Mbak Yuni menuturkan bahwa mahasiswa menjadi target pasar utama. Lokasi yang strategis di kawasan Seturan membuat lapaknya ramai saat hari aktif perkuliahan. Namun, kondisi berbeda terjadi ketika musim libur tiba. “Kalau anak kuliah libur, sepi. Kalau sudah masuk semua, ramai lumayan,” ucapnya.

Tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah faktor cuaca dan kenaikan harga bahan baku. Ia mengakui harga bahan pokok terus meningkat hampir setiap hari. Meski demikian, harga jual masih dipertahankan agar tetap terjangkau bagi pelanggan. “Tiap hari makin naik, tapi jualan harus tetap harganya, kualitasnya harus dijaga,” ujarnya.
Dalam sehari, khususnya selama bulan puasa, Mbak Yuni menghabiskan sekitar 4–5 kilogram tepung untuk molen dan 2–3 kilogram untuk onde-onde. Ke depan, ia berencana membuka cabang baru setelah Lebaran, meski masih di sekitar wilayah yang sama. “Insya Allah habis Lebaran niatnya ingin buka lagi, tapi daerah sini saja,” katanya.
Sementara itu, salah satu pelanggan setia, Endang, mengaku puas dengan cita rasa dan variasi yang ditawarkan. Ia menyebut molen dan onde-onde di tempat tersebut memiliki keunggulan dibanding lainnya. “Langganan di sini, variannya lengkap, molennya krispi di luar tapi isinya melimpah. Onde-ondenya juga juara, harganya terjangkau dan kualitasnya oke banget,” ujarnya. Mbak Yuni pun berharap para pelanggan tetap setia di tengah banyaknya penjual serupa di Yogyakarta. “Semoga selalu setia beli di sini, karena memang onde-onde di Jogja banyak banget,” ucapnya.